Peluang Bisnis Menjual Lilin Aromatherapy

Peluang Bisnis Menjual Lilin Aromatherapy

Pelatihan creative industry souvenir Pahlawan Ekonomi di Kaza City Mall Surabaya, Minggu (5/8/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Lilin aromatherapy menjadi satu produk yang banyak dicari masyarakat untuk oleh-oleh atau buah tangan acara-acara resmi. Dengan bentuk yang menarik, suvenir ini bisa dijual dalam bentuk ritel dan grosir.

Katarina, mentor pelatihan creative industry souvenir Pahlawan Ekonomi, mengatakan, prospek lilin aromatherapy cukup menjanjikan. Untuk membuatnya juga mudah. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah paraffin atau beeswax, benang sumbu, minyak essensial, pewarna lilin atau dan cat minyak.

“Cara membuatnya, panaskan paraffin dengan menggunakan alat pance kecil diatas api hingga meleleh. Lalu tambahakan minyak essensial dan pewarna agar lilin yang dihasilkan menarik,” katanya, di sela pelatihan yang diadakan di Kaza City Mall Surabaya, Minggu (5/8/2018).

Kata dia, agar lilin aromatherapy lebih wangi, campurkan adonan lilin dan bibit aromatherapy ketika adonan sudah dingin. “Jika masih panas lalu dicampur, aromanya ikut menguap. Untuk itu, kita wajib mencampur adonan step by step,” terang Katarina.

Setelah dicampur, imbuh dia, masukkan adonan tersebut dalam cetakan yang telah disiapkan. Lalu tambahkan benang sumbu di atas adonan tersebut.

“Biasanya, jika produk ini dijadikan sebagai souvenir, kita gunakan cetakan berupa gelas kaca atau cetakan hias. Bukan cetakan puding seperti yang digunakan produsen lilin kebanyakan,” paparnya.

Di pasaran, sebut Katarina,rata-rata harga suvenir lilin aromatherapy berkisar Rp 3-4 ribu per buah. “Karena harga partai, kita hargai segitu. Kalau harga satuan bisa kita bandrol Rp 8 ribuan,”paparnya. (wh)