Pelopori e-Government, Pemkot Surabaya Bikin Ratusan Aplikasi

Pelopori e-Government, Pemkot Surabaya Bikin Ratusan Aplikasi

Pelayanan birokrasi di Surabaya yang menggunakan sistem informasi dan komunikasi memberikan keyamanan bagi warga. foto:humas pemkot surabaya

Lalu e-Education di dalamnya ada penerimaan murid baru, tryout online, rapor online, penerimaan kepala sekolah online, dan radio visual. Di dalam e-Office terdapat e-Surat dan e-Jadwal. Sedangkan pajak online meliputi pajak restoran, pajak parkir, pajak hotel dan PBB.

Untuk e-Permit di dalamnya ada SSW online dan mobile serta e-Lampid. Khusus untuk e-Dishub di dalamnya ada uji kir, traffic, parkir, perijinan, terminal, dan angkutan. Sementara untuk media center, pemkot menyediakan e-Wadul, e-Sapawarga, Surabaya.go.id, twitter, Facebook, Youtube dan call center/SMS.

“Di beberapa aplikasi itu, ada yang sampai ratusan perijinan yang bisa diurus oleh warga, contohnya SSW yang di dalamnya memuat 230 aplikasi perizinan yang biasanya di urus di dinas-dinas. Dengan aplikasi ini, maka warga sangat mudah untuk mengurus perizinan,” ujarnya.

Menurut Antiek, meskipun Pemkot Surabaya sudah berhasil menciptakan ratusan aplikasi, namun pihaknya tidak akan cepat puas. Ia memastikan bahwa Pemkot Surabaya akan terus mengembangkan berbagai sistem ini untuk membantu dan memudahkan masyarakat. “Jadi, walaupun kita menjadi barometer tingkat nasional, tapi ke depannya kita akan terus kembangkan, karena ini belum sempurna,” ujarnya.

Tujuan akhirnya, kata dia, menyejahterakan masyarakat, memberikan pelayanan kepada masyarakat supaya lebih mudah, lebih cepat dan transparan, sehingga pembangunan smart city di Surabaya benar-benar dirasakan hingga tingkat bawah. “Makanya, kita membuat berbagai aplikasi ini untuk mengontrol masyarakat dari berbagai hal,” pungkasnya. (wh)

Marketing Analysis 2018