Pelaku Usaha Surabaya Siap Hadapi Persaingan Global

Pelaku Usaha Surabaya Siap Hadapi Persaingan Global

Deddi Kurnia, Sriwangunati dan Doddi Madya Judanto.foto:arya wiraraja/enciety.co

Pertumbuhan pelaku usaha kreatif di Kota Surabaya terus menunjukkan kemajuan signifikan. Mereka juga mampu melahirkan produk-produk berkualitas berskala global.

Hal tersebut mengemuka dalam acara Perspective Dialogue bertajuk “Kesiapan UKM Surabaya Menghadapai Pasar Global, di Radio Suara Surabaya, Jumat (23/11/2018)

“Saat ini, pelaku usaha Kota Surabaya telah siap menghadapi persaingan global,” kata Direktur Utama Enciety Business Consult Doddi Madya Judanto. Dua pelaku usaha Pahlawan Ekonomi hadir dalam acara itu, Dedy Kurnia Sunanrto (owner De’nil Pudding) dan Sriwangunati (owner AIA Snack & Catering).

Doddi menuturkan, industri kecil dan menengah ini menjadi salah satu motor pengerek perekonomian Kota Surabaya. Karena itu, keberadaannya amat sangat dibutuhkan.

Dia lalu mencontohkan Dedy Kurnia yang usahanya makin maju sejak tahun 2014 hingga saat ini.  “Mas Deddi ini luar biasa. Awal mulai usaha tahun 2014. Omzetnya sekitar Rp 500 ribu sebulan. Tapi sekarang, beliau sudah punya 20 outlet dan bisa meraup pemasukan Rp 60 juta sebulan,” ujar Doddi.

Capaian yang bagus telah diukir Sriwangunati. Perempuan tiga anak ini memulai usaha sejak tahun 2015. Saat itu, dalam sebulan ia mampu mengumpulkan pemasukan Rp 5 juta. Produk yang dijual kue kering dan kue basah.

“Bu Sriwangutani ini sekarang beralih jual nasi bakar dan makanan lainnya. Berkat inovasi yang dilakukan, Bu Sriwangunati  kini omzetnya Rp 30 juta sebulan,” terang Doddi.

Lewat contoh-contoh tersebut, Doddi ingin mengatakan jika saat ini kualitas pelaku usaha Surabaya telah mampu mengimbangi sengitnya persaingan pasar global.

“Pelaku usaha kita ini kualitasnya mulai meningkat dan jumlahnya makin banyak. Awal mulai tahun 2010, dengan jumlah pelaku usaha di bawah 100 orang, saat ini jumlahnya sudah 9.000 orang. Hal ini secara tidak langsung menggambarkan jika pelaku usaha kita ini dapat mencukupi kebutuhan pasar,” tandasnya.

Kata Doddi, Surabaya menjadi salah satu kota besar yang diakui dunia. Hal dibuktikan makin meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Kota Pahlawan. Tercatat, tahun 2016 jumlah wisatawan mancanegara mencapai 7,6 juta orang. Jumlah ini mengalamai peningkatan pada 2017, yakni 9,6 juta.

“Peningkatan pertumbuhan ini harus dimanfaatkan pelaku usaha dengan deengan terus melakukan inovasi usaha. Berkembangnya sektor pariwisata menjadi salah satu peluang untuk meraup keuntungan,” pungkasnya. (wh)

Marketing Analysis 2018