Pelaku Usaha Aisyiyah Jatim Fokus Garap Digital Marketing

Pelaku Usaha Aisyiyah Jatim Fokus Garap Digital Marketing

Agus Wahyudi bersama pelaku usaha Aisyiyah Jatim.foto:arya wiraraja/enciety.co

Pelaku usaha wajib mengoptimalkan digital marketing. Pola penjualan via online harus bisa dikuasai karena bakal mampu mendongkrak omzet penjualan.

“Ini kebutuhan yang yang terbantahkan. Digital marketing adalah keniscayaan zaman,” ujarnya, mentor dan Humas Pahlawan Ekonomi Surabaya dalam acara “Workshop Optimalisasi Penjulan Online” yang diadakan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jatim di Gedung PWM Jatim, Jalan Kertomenanggal IV, Surabaya, Sabtu (2/2/2019).

Acara ini dihadiri pelaku usaha Aisyiyah dari lima daerah, yakni Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, dan Malang. Para pelaku usaha ini telah memiliki produk unggulan.

Yudi lantas memaparkan beberapa tips penjualan online. Pertama, kenali pemirsa. Kedua, pahami kelebihan produk. Ketiga, membuat konten menarik. Keempat, rajin mengakses dan update konten.

“Gunakan media sosial maupun e-commerce untuk dapat mendongkrak penjualan. Jangan pernah berpikir jika sering update status jadi orang yang riya’ (sombong). Ini bagian dari upaya dan strategi pemasaran,” cetus Yudi.

Kata dia, ada beberapa konten yang dapat diproduksi. Di antaranya foto, video, teks, dan meme (baca:mim). Di dunia digital, peluang produk dilihat pemirsa hanya tiga detik. Jika mereka tertarik akan memelihat dan membaca, Jika tidak akan di-scroll (dilewati).

“Nah, manfaatkan waktu tersebut dengan membuat konten yang menarik.,” tambah jurnalis senior ini.

Yudi lantas menjelaskan, untuk teks harus menggunakan bahasa yang lugas dan dimengerti. Tidak usah bertele-tele. “Jangan lupa detail produk,” cetus dia.

Yudi juga menyarankan membuat teks berisi story telling mengenai usaha dan produk.

“Dengan story telling, pemirsa juga ikut membayangkan kejadian dan merasakan apa yang kita lakukan. Ini bakal menarik dan memiliki value,” jabar dia.

Pelaku Usaha Aisyiyah Jatim Fokus Garap Digital Marketing
Kisworo Agung.foto:arya wiraraja/enciety.co

Sementara Kisworo Agung, praktisi digital marketing, memberi pelajaran tentang manajemen pemasaran online. Menurut dia, kendala utama yang seringkali ditemui pelaku usaha berjualan online adalah kesiapan stok produk. Juga kesulitan pengiriman dan mempertahankan kualitas produk.

“Pelaku usaha kuliner lebih sering menghadapi masalah ini dibanding pelaku usaha handicraft,” katanya.

Dia juga mengatakan, banyak pelaku usaha kuliner belum mempertimbangkan ketahanan produk. Contohnya, minuman sirup. Ketika menawarkan produk harus menyertakan tanggal kedaluarsa (expired).

“Kalau pembelinya masih di dalam kota saja produknya dijamin awet. Namun, jika pembelinya dari luar kota, kita juga harus jelaskan. Karena pembeli bisa mempertimbangkan lama waktu pengiriman dengan waktu layak konsumsi. Supaya pembeli tidak kecewa dan protes,” ulas Kisworo.

Dia juga mengingatkan terkait packaging yang tepat. Menurut dia, packaging memiliki peran ganda. Yakni, melindungi produk dan membuat tampilan produk makin menarik.

“Jika berjualan online selain kualitas produk, kualitas packaging juga penting. Agar maksimal, kita harus memperhatikan packaging. Dengan menggunakan metode pemasaran online ini, akan mampu memaksimalkan jangkauan pemasaran dan mendongkrak omzet,” pungkas Kisworo. (wh)