Pelaku UKM Harus Jauhi Perilaku Aji Mumpung

Pelaku UKM Harus Jauhi Perilaku Aji Mumpung

Monica Harijati Hariboentoro menjadi narasumber pelatihan Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda di Kaza City Mall Surabaya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Menjadi pelaku UKM (usaha mikro kecil menengah) harus menjauhkan diri dari perilaku aji mumpung. Di mana dia biasa memanfaatkan peluang untuk mengeruk kepentingan pribadi dan merugikan orang lain.

Hal itu ditegaskan Monica Harijati Hariboentoro, pelaku usaha kreatif Surabaya yang sukses mengembangkan usaha roti dan pastry. “Itu yang perlu diingatkan kepada pelaku UKM agar tidak merugikan konsumen,” katanya dalam pelatihan Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda bertajuk “Pengolahan Mutu Bahan Pangan” di Kaza City Mall, Sabtu-Minggu (15-16/9/2018).

Monic, begitu ia karib disapa, adalah pemenang pertama Parlawan Ekonomi Award Kategori Home Industry 2010. Produk roti yang dilabeli MJ Bakery miliknya, kini telah dijual bukan hanya di Surabaya, tapi kota-kota lain di Indonesia. Produk MJ Bakery juga telah masuk di ritel modern dan national distribution channel. Sebulan, perempuan berkacamata ini mampu meraup puluhan juta rupiah dari jualan roti.

Monic perlu mengingatkan hal itu agar pelaku mikro dan menengah bisa menjaga kepercayaan pembeli dan pelanggannya. Jika menjual produk yang baik, harga dan kualitas bahan harus sesuai. Tidak njomplang. Jangan hanya bisa menjual, tapi  orang lain dikorbankan.

“Saya tidak melarang menggunakan bahan yang kualitasnya biasa, tapi jangan sampai kualitas biasa dijual harga premium. Itu sangat merugikan konsumen,” kata dia.

Monic lalu mengungkapkan pengalamannya. Tepatnya, di event Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan, beberapa bulan lalu. Di mana dia pernah membeli makanan yang dijual dengan harga relatif tinggi, tapi kualitasnya jelek. Pada saat sama, dia menerima komplain yang sama dari pejabat di Surabaya. Kebetulan, ia pernah membeli produk kuliner tersebut dengan penjual yang sama di lain tempat. Namun, ketika membeli Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan harganya dinaikkan berlipat-lipat.

Pelaku UKM Harus Jauhi Perilaku Aji Mumpung
foto:arya wiraraja/enciety.co

“Sudah harga dinaikkan, bahannya dikurangi. Ini jangan sampai terjadi lagi. Kita harus bisa menjaga event Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan itu. Jangan aji mumpung. Memang pasti dibeli. Tapi kalau menyisakan kekecewaan itu sangat disayangkan,” tandas Monic.

Dalam paparannya terkait pengolahan mutu bahan pangan, Monic menjelaskan prasarat yang harus dipenuhi.  Yakni gizi, selera, visual, bisnis, dan kesehatan.  “Kelima hal itu harus terpenuhi agar produk yang kita bikin bisa diterima pasar,” papar dia.

Dalam banyak kasus, terang Monic banyak UKM tidak jujur dengan produk yang dijual. Semisal, kalau bahannya tidak asli atau tidak pakai bahan pengawet, konsumen harus diberi tahu.

“Percayalah, rezeki sudah ada yang mengatur. Kita jangan penah berbohong hanya untuk dapat keuntungan sesaat,” pungkasnya. (wh)

 

Marketing Analysis 2018