Pekerjakan 27 Pegawai Disabilitas, Pabrik Sepatu Ini Terima Penghargaan

Pekerjakan 27 Pegawai Disabilitas, Pabrik Sepatu Ini Terima Penghargaan

HRD Manager PT Young Tree, Kwartiva Dona Oktaviana menerima penghargaan dari Direktur Eksekutif JPIP Rohman Bidijanto, Senin )12/2/2018). foto:arya wiraraja/enciety.co

Penyandang disabilitas tak menghambat seseorang untuk bisa bekerja dan sukses. Hal itu dibuktikan Budi Arif Wijaya (44), seorang tuna wicara yang bekerja sebagai buruh pabrik sepatu. Bapak satu orang anak ini bekerja di pabrik sepatu ekspor layaknya seseorang yang dapat mendengar.

Hal serupa juga dibuktikan Muhammad Sofi (30), penyandang disabilitas tuna rungu dan tuna wicara. Sofi yang sudah bekerja dua tahun sebagai buruh pabrik bagian produksi ini, terlihat fokus bekerja mengelem dan memasang sol sepatu.

Kedua orang penyandang disabilitas tersebut merupakan gambaran dari 27 orang pegawai disabilitas yang bekerja di PT Young Tree Industries Sidoarjo. Pabrik sepatu yang memiliki pasar international Eropa dan Asia itu bukan sembarangan merekrut para penyandang disabilitas. Sebelum bekerja, para pekerja penyandang disabilitas diberikan pembekalan berupa pelatihan khusus dari dinas-dinas pemerintah terkait. Setelah itu, mereka dilatih di PT Young Tree Industries Sidoarjo.

Dalam acara “Ayo Inklusif” yang diadakan The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP), United Tractors (UT), Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya, Saujana, dan Christoffel Blindenmission (CB), enciety.co berkesempatan memantau langsung para pekerja penyandang disabilitas di PT Young Tree Industries Sidoarjo, Senin (12/2/2018).

HRD Manager PT Young Tree Industries Kwartiva Dona Oktaviana menjelaskan, pihaknya merekrut para penyandang disabilitas sejak 2016 lalu. Kebijakan itu untuk memberi kesempatan agar para pekerja berkebutuhan khusus tersebut dapat lebih maju.

Pekerjakan 27 Pegawai Disabilitas, Pabrik Sepatu Ini Terima Penghargaan
Muhammad Sofi (30), penyandang disabilitas tuna rungu dan tuna wicara yang bekerja di pabrik sepatu PT Young Tree Industries Sidoarjo. foto:arya wiraraja/enciety.co

Selain itu, terang Dona, hal dilakukan perusahaannya itu juga sebagai pemenuhan bagi kebijakan pemerintah terkait persamaan hak tenaga kerja disabilitas dan rekrutmen tenaga kerja sebanyak 1 persen yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016.

“Kami sangat bangga dengan para pekerja disabilitas. Tidak ada perbedaan antara para pekerja di sini. Bahkan ada pekerja disabilitas yang prestasi kerjanya melebihi mereka yang bukan penyandang disabilitas,” ungkap dia.

Dona juga menuturkan, terkait hak-hak pegawai disabilitas, pihaknya tidak membedakan. Kata dia, jika ada penyandang disabilitas yang berprestasi, perusahaannya menjamin mereka dapat baik pangkat.

“Ke depan, kami sudah mempersiapkan jika ada diantara dari penyandang disabilitas memiliki bakal dapat naik jabatan ke level manager sekalipun. Namun, saat ini, para pekerja disabilitas memang terhitung masih baru dan mereka juga perlu penyesuaian lingkungan kerja. Jadi tugas kami sekarang membuat mereka nyaman kerja di sini,” tegas dia.

Kebijakan mempekerjakan 27 penyandang disabilitas menjadikan PT Young Tree Industries menerima pengharagaan dari program “Ayo Inklusi”. (wh)

Marketing Analysis 2018