PDB Sektor Perikanan capai 8.6 Persen pada Triwulan Pertama

PDB Sektor Perikanan capai 8.6 Persen pada Triwulan Pertama

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan sektor perikanan pada triwulan I 2015 mencapai 8,64 persen. Pada kelompok pertanian hampir semua sub sektor mengalami peningkatan dari triwulan I-2015 terhadap triwulan I-2014, kecuali pada sub sektor tanaman pangan yang menurun sebesar 1,45 persen, untuk kelompok pertanian sendiri meningkat sebesar 3,80 persen.

Kepala Pusat Data Statistik dan Infromasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Lilly Aprilya Pregiwati, Rabu (13/5.2015) mengatakan, peningkatan sub sektor perikanan tersebut lebih besar bila dibandingkan peningkatan pada PDB nasional pada periode yang sama yang hanya sebesar 4,71 persen. Peningkatan laju pertumbuhan sub sektor perikanan tersebut disebabkan karena meningkatnya produksi perikanan tangkap dan perikanan budidaya pada triwulan I-2015.

Dijelaskannya, PDB atas dasar harga konstan, merupakan PDB yang dihitung dengan dasar harga yang berlaku pada tahun tertentu. PDB atas dasar harga konstan berfungsi untuk melihat pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun.

Pada triwulan I-2015 Produksi perikanan tangkap mencapai 1,4 juta ton dengan nilai produksi mencapai Rp 29,3 trilliun. Produksi perikanan tangkap mengalami peningkatan sebesar 4,69 persen dibandingkan triwulan I-2014. Untuk produksi perikanan budidaya triwulan I-2015 mencapai 2,92 juta ton dengan nilai produksi sebesar Rp 21 trilliun.

Komoditas perikanan budidaya dengan produksi terbesar triwulan I-2015, antara lain komoditas rumput laut yang mencapai 2,1 juta ton dengan nilai produksi Rp 4,9 trilliun, komoditas nila yang mencapai 149 ribu ton dengan nilai produksi Rp 2,5 trilliun dan komoditas bandeng yang mencapai 137 ribu ton dengan nilai produksi Rp 1,9 trilliun.

Dikatakannya, produksi perikanan budidaya meningkat lebih besar bila dibandingkan dengan perikanan tangkap, karena program Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI) melalui pemberdayaan pembudidaya ikan, selain itu perikanan budidaya tidak tergantung pada cuaca dan gelombang tinggi serta keterbatasan/kelangkaan dan naiknya harga BBM.

Pertumbuhan perekonomian sektor perikanan triwulan I-2015 secara umum diwarnai oleh peningkatan laju implisit di sektor tersebut yang disebabkan oleh naiknya ongkos produksi akibat efek kenaikan harga bahan bakar minyak. Bila dibandingkan laju pertumbuhan triwulan I-2015 dengan triwulan sebelumnya yaitu triwulan IV-2014, maka kelompok pertanian naik sebesar 14,63 persen. Beberapa sub sektor pada kelompok pertanian yang mengalami kenaikan, yaitu tanaman pangan sebesar 104,03 persen.

Hal tersebut dipengaruhi musim yang bagus untuk bercocok tanam sehingga hasil menjadi melimpah. Sedangkan sub sektor dalam kelompok pertanian yang mengalami penurunan, yaitu tanaman perkebunan sebesar 6,59 persen, peternakan sebesar 4,64 persen, kehutanan dan penebangan kayu sebesar 13,01 persen dan perikanan sebesar 2,81 persen. (wh)