Pasokan Apartemen Surabaya Capai 4.379 Unit

Pasokan Apartemen Surabaya Capai 4.379 Unit

foto:arya wiraraja/enciety.co

Colliers International mencatat, sepanjang tahun 2018, jumlah pasokan apartemen di Kota Surabaya mencapai 4.379 unit atau 48 persen lebih tinggi dari tahun 2017. Diperkirakan hingga 2021, ada sekitar 31.471 atau 90 persen dari stok apartemen saat ini bakal hadir di Kota Pahlawan.

“Namun di sisi lain, tingkat serapan atau take up rate apartemen cenderung menurun. Hal ini sangat dipengaruhi persaingan dengan hotel yang mulai berkembang di Surabaya,” ungkap Feri Salanto, senior associate director research Colliers International, dalam Press Luncheon Laporan Property Market yang digelar di Four Points Hotel Sheraton, Rabu (30/1/2019).

Di Surabaya, kata dia, tingkat okupansi apartemen sangat berbeda dengan tingkat take up rate. Hal ini biasa terjadi dan sangat wajar. Contohnya, untuk tingkat hunian (okupansi) apartemen sewa di Surabaya menurun drastis. Di 2018, angkanya menurun hingga 11,8 persen jika dibanding 2017.

“Kami prediksi, di tahun 2019, angka tidak banyak berubah. Hal ini dipengaruhi Pemilu 2019, makin lemahnya nilai tukar rupiah, dan tingginya angka suku bunga bank,” tegasnya.

Di samping itu, imbuh Fei, kondisi sentimen pasar juga makin melemah. Terutama produk-produk properti kelas menengah atas. Perlu diketahui, produk properti kelas menengah atas ini konsumennya para investor buyers.

“Nah, kalau para investor buyers ini memutuskan membeli, ada dua poin sentimen yang menjadi pertimbangannya. Pertama, kondisi politik. Kedua, kondisi ekonomi. Jelas, pertimbangan mereka membeli ini dalam jangka waktu yang terukur. Investasi mereka dapat untung atau tidak. Jika kondisinya tingkat huniannya masih rendah, mereka bakal berpikir untuk membeli,” urai Feri.

Feri juga menuturkan perkembangan apartemen di Surabaya. Menurut dia, sampai saat ini Surabaya Barat dan Surabaya Timur menjadi daerah favorit pengembang apartemen. “Untuk Surabaya Timur angka perkembangan mencapai 48 persen. Untuk Surabaya Barat angkanya 40 persen,” terangnya. (wh)  

Marketing Analysis 2018