Pasarkan Produk UKM dengan Bisnis Model Canvas

Pasarkan Produk UKM dengan Bisnis Model Canvas

Luhur Budijarso.foto:arya wiraraja/enciety.co

Banyak produk pelaku usaha kecil mikro (UKM) gagal di pasar alias tidak laku. Ini disebabkan mereka salah melihat selera pasar. Selain itu, produk UKM dibuat dari ketrampilan yang dimilik, bukan memenuhi kebutuhan pasarnya.

Hal itu disampaikan Luhur Budijarso, senior consultant Enciety Business Consult, dalam pelatihan digital marketing Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya, di Kaza City Mall, Minggu (14/4/2019).

Menurut Luhur, kekeliruan membuat ini karena pelaku UKM kebanyakan tidak merancang desain usaha dari awal. ”Pasar ini butuh apa, sih? Kebanyakan yang dibuat kan yang mereka bisa, itu yang dilakukan,” tutur Luhur.

Dua lalu menyodorkan beberapa langkah yang bisa dilakukan dengan bisnis model canvas. Pertama, memahami konsumen. Caranya dengan melakukan pengamatan, observasi, dan bertanya langsung kepada konsumen. Juga dengan demografi, geografis, psikologis, dan gaya hidup.

“Kita harus tahu konsumen mana yang kita sasar. Apa yang dibutuhkan konsumen,” tandas Luhur.

Luhur lantas mencontohkan ketika orang membeli susu bayi. Yang dibutuhkan ada tiga hal. Yakni, rekomendasi dokter, harga, dan komposisi produk.

Kedua, dengan cara apa kita membangun bisnis. Hal ini terkait dengan membangun hubungan. Apakah kita memiliki jaringan yang dimanfaatkan untuk promosi dan memasarkan produk.

Ketiga, melalui jalur apa bisnis kita? Di mana dan dengan apa agar produk kita dijangkau. Ini harus dirancang sejak awal agar kita tahu pasar mana yang akan kita bidik.

Keempat, apa yang Anda ditawarkan? Hal ini untuk menjawab kebutuhan pasar. Seperti, Apakah produk Anda memiliki perbedaan dengan orang lain atau pesaing?

foto:arya wiraraja/enciety.co

Kelima, kegiatan utama yang dilakukan produksi, perdagangan. Tujuan menjalankan bisnis harus jelas. Termasuk menentukan aktivitas yang harus dijalankan

Keenam, sumber daya utama. Masalah ini terkait dengan bahan baku yang disediakan, proses, dan seterusnya. “Butuh berapa orang sih untuk memenuhi produksi Anda,” papar Luhur.  

Ketujuh: mitra atau rekanan. Untuk mendukung agara bisnis berjalan baik perlu pemasok supplier atau vendor. Mereka sangat vital dalam mendukung usaha Anda.

Kedelapan, dapat berapa dan dari apa saja. Pemasukan dari penjualan, berikut penetapan harga jual.

Kesembilan, berapa biaya produksi, penjualan, dan distribusi. Dengan menjalankan ini maka usaha Anda bisa diukur. Tidak muncul keluhan kalau produknya laku tapi malah merugi.   

Menurut Luhur, pelaku UKM harus memiliki disiplin managemen usaha. Segala sesuatu yang menyangkut usaha wajib dihitung secara detail. Mulai dari proses produksi, promosi, biaya sumber daya, biaya pengiriman dan lain sebagainya.

“Seringnya kita punya kantong yang sama. Buat belanja bulanan, bayar listrik, uang saku anak, sampai-sampai uang rokok. Ini harus diubah. Terapkan disiplin keuangan agar kita tahu berapa kekuatan usaha kita,” tegas Luhur. (wh)

Marketing Analysis 2018

Berikan komentar disini