Pakan Satwa KBS Akan Diganti Daging Kanguru

Pakan Satwa KBS Akan Diganti Daging Kanguru

Sambil menanti izin konservasi dari Kementerian Kehutanan yang belum turun, PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) tak mau tinggal diam. KBS berencana memperbaiki kualitas pakan yang diberikan, terutama pada satwa karnivora. Karnivora dan family kucing besar akan diberi daging kanguru, sebagai pengganti daging kambing, sapi, maupun ayam.

Direktur Operasional KBS, drh Liang Kaspe mengungkapkan, wacana penggantian jenis daging untuk asupan karnivora tersebut bukannya tanpa alasan. Berdasarkan penelitian, daging kanguru memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan daging sapi. “Proteinnya tinggi, karbohidrat lebih padat. Lemaknya juga lebih rendah, sehingga hewan tidak kegemukan,” jelasnya, Rabu (5/2/2014).

Selain harimau dan singa, komodo juga akan diberi pakan daging kanguru. Beberapa tahun yang lalu, komodo KBS pernah mengkonsumsi daging ini dari jenis boneless (tanpa tulang).

“Tapi setelah diganti kanguru, komodonya malah nggak bertelur. Akhirnya yang komodo dewasa kami kembalikan ke daging kambing,” tuturnya. Kini, pihaknya mempertimbangkan kembali daging kanguru. Sebab, setelah dikaji ulang, komodo dapat memperoleh kasupan kalsium dan mineral lebih banyak apabila diberi daging ini dari jenis bone-in (dengan tulang).

Hanya saja rencana pergantian konsumsi menjadi daging kanguru, lanjutnya, membutuhkan persiapan yang tak sedikit. Pihaknya sedang melakukan persiapan bagaimana mengimpor daging bone-in tersebut dari Australia. “Ini  butuh proses karena mendatangkan daging impor nggak bisa cuma 1 atau 10 kilogram, tapi hitungannya ton,” jelas Liang. Belum lagi, KBS harus mempersiapkan cold storage atau lemari pendingin untuk penyimpanan.

Disinggung soal harga, Liang dengan mantap menjawab harga daging kanguru jauh lebih murah dibandingkan sapi. Untuk kualitas priam, sekilogram daging sapi bisa seharga Rp 100 ribu. “Kalau daging kanguru, sekilo cuma Rp 60 ribu, Itu sudah termasuk ongkos kirim sampai KBS,” cetus Liang. Ini berarti, PD TS bisa hemat anggaran hingga 40 persen. Karena, kebutuhan pakan satwa karnivora sehari sebesar 100 kilogram.

Kendati demikian, Liang menampik jika rencana penggantian jenis daging itu dalam rangka penghematan. Apalagi sampai mengorbankan kesejahteraan satwa. “Itu untuk mengelola gizinya supaya tinggi,” pungkasnya.(wh)

Marketing Analysis 2018