Omzet Lapis Kukus Semanggi Ayen Kalahkah Gaji Pegawai Bank

Omzet Lapis Kukus Semanggi Ayen Kalahkah Gaji Pegawai Bank

Ayen memamerkan lapis kukus semanggi buatannya di Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan.foto:arya wiraraja/enciety.co

Makin banyak saja anak muda Surabaya yang sukses menjadi pelaku usaha kreatif. Satu di antaranya, Okvlielyne Ws Douren Dambojo. Perempuan yang karib disapa Ayen ini, sukses mendulang rupiah dari jualan kue lapis kukus semanggi.

Ayen sebelumnya bekerja di dua bank swasta di Jawa Tengah. Di antaranya di Victoria Bank tahun 2010. Setelah dua tahun, ia resign lalu pindah ke Panin Bank, tahun 2012. Setelah tiga tahun bekerja, Ayen memutuskan berhenti.

“Sekitar lima tahun kerja di dua bank itu. Saya kemudian memutuskan benar-benar berhenti dan memulai berwiraswasta,” kata perempuan yang lahir di Serang, Banten, 1987 ini.

Saat pindah ke Surabaya, ia sempat mendapat tawaran bekerja di sebuah bank di Mojokerto. Namun, setelah tahu tawaran gajinya, ia merasa tak cukup.

Ayen mengaku lebih sreg membuka usaha. Tahun 2016, Ayen jualan es cendol. Dia mengaku senang karena suaminya, Julio Timothy, sangat mendukungnya.

“Saya minta izin suami. Puji Tuhan, dengan modal tabungan gaji bulanan, suami izinkan saya buka usaha kecil-kecilan. Saya jualan es cendol,” tegas alumnus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Jurusan Teknik Kimia, itu.

Ayen menjual es cendol di pelataran tiga toko modern di Surabaya. Kompensasinya bayar sewa. Ayen yakin pasarnya bagus. Cup per cup akan laku keras. Tapi kenyataan berkata lain. Besar pasak daripada tiang. Pendapatan tak sesuai dengan pengeluaran.

Ayen salah memenej usaha. Itu benar-benar dia rasakan karena sebelumnya dia belum memiliki pengalaman menjadi pelaku usaha. “Saya rugi. Padahal banyak yang beli. Kita cuman bertahan tiga bulan. Tiga gerai saya tutup,” ungkap Ayen, mengenang.

Omzet Lapis Kukus Semanggi Ayen Kalahkah Gaji Pegawai Bank
foto:arya wiraraja/enciety.co

 

Banyak Dicibir

Ayen bertekad bangkit. Dia ingin segera move on. Tidak ada kegagalan, tapi mencoba sekali lagi, begitu seperti kata bijak bestari. Ayen juga bersemangat karena Julio Timothy memutuskan keluar dari pekerjaannya agar bisa all out membantu dia.

Niat baik Ayen mendapat jawaban dari Tuhan. Tahun 2017, ia diundang ikut bazar Ramadhan pelaku usaha yang digelar Kecamatan Pakal. Dari situ Ayen diarahkan ikut Pejuang Muda Surabaya. Pelatihannya setiap Sabtu di Kaza City Mall, Jalan Kapas Krampung, Surabaya.

“Saya masih ingat, waktu ikut bazar Ramadhan dulu saya gak punya kendaraan. Orang  kecamatan yang membantu saya. Sampai-sampai saya diantar jemput pegawai kecamatan, namanya Pak Agus,” ujarnya, lantas tersenyum.

Bergabung dengan Pejuang Muda, semangat berusaha Ayen makin menyala-nyala. Dia kenal banyak kawan baru. Kawan-kawan seperjuangan yang mendukungnya untuk maju, Ayen juga mendapatkan banyak inspirasi mengembangkan usaha.

“Di Pejuang Muda Surabaya saya dapat banyak ilmu. Saya disarankan bikin produk unggulan. Saya memilih membuat kue lapis kukus semanggi,” tegasnya.

Ayen bercerita, awal membuat lapis kukus semanggi yang dilabeli Cenda itu, dia dicibir banyak orang. Banyak yang menganggap produknya itu aneh. Kritik pun berdatangan. “Ada yang bilang daun semanggi ini identik dengan pecel, kenapa kok dibuat lapis kukus. Namun, dari kritik itu saya justru termotivasi,” tutur dia.

Setelah melalui proses produksi yang panjang, lapis kukus semanggi buatan Ayen bisa diterima pasar. Dia mengaku, butuh puluhan kali mencoba resep lapis kukus semanggi sehingga menghasilkan rasa yang sempurna.

“Saya sangat bersyukur punya banyak teman di Pejuang Muda yang memotivasi saya untuk membuat produk ini. Setelah saya menemukan komposisi resep yang pas, mereka ini yang membantu saya memasarkan,” ungkap dia, lantas tersenyum.

Saat ini, lapis kukus semanggi bikinan Ayen memiliki lima varian rasa. Yaitu original, keju semanggi, coklat semanggi, coklat keju semanggi, dan double keju semanggi. Ayen membandrol produknya tersebut Rp 28-44 ribu.

Ke depan, Ayen ingin bisa punya toko oleh-oleh sendiri. Sekarang, dia sudah punya 5 reseller. Sekitar 80 persen pesanan datang dari online.

“Biasanya pesanan dari Facebook, Instagram, WhatsApp,” cetusnya.

Ditanya omzet,  Ayen malu-malu menjawab. Yang jelas lebih besar dari gaji pegawai bank.

“Puji Tuhan, rata-rata saya dapat mengumpulkan omzet Rp 8 juta sebulan. Paling besar omzet yang bisa saya raih pada saat bulan puasa kemarin, mencappai Rp 15 juta sebulan,” ungkap Ayen. (wh)

 

Marketing Analysis 2018

1 komentar di “Omzet Lapis Kukus Semanggi Ayen Kalahkah Gaji Pegawai Bank

  1. Terus maju surabaya. Datangin pakar2 kuliner dan cheft untuk memperkaya kualitas produk dan kreatif serta inovatif

Komentar di tutup.