Olah Rosella, Produk O’sellama Banjiri Gerai di Surabaya

Olah Rosella, Produk O'sellama Banjiri Gerai di Surabaya
Hadisatul Ahadiah berusaha keras dengan mengais rezeki dari keringat sendiri. Foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Jangan menggantungkan hidup kepada orang lain. Bekerja dan berusahalah sendiri, karena hal itu akan jauh lebih nikmat. Itulah prinsip Hadisatul Ahadiah. Kendati memiliki keluarga dari kalangan orang berkecukupan, dia tak mau meminta fasilitas, apalagi meminta duit.

Wanita kelahiran Palembang tersebut bertekat memenuhi kebutuhan periuk nasinya dari hasil keringat sendiri. Kini, wanita berumur 33 tahun itu sukses menjadi pelaku usaha kecil menengah (UKM) berlabel O’sellama atau singkatan olahan rosella mama.

“Saya sama suami tidak mau njagakno kekayaan orang tua. Harus bisa berdiri dengan usaha sendiri,” tegas Hadisatul saat ditemui enciety.co di rumahnya, di Jalan Kapiting, Surabaya.

Menurut istri Arifin Setyobudi ini, sejak menikah tahun 2009 lalu, dirinya sempat bekerja sebagai karyawan di berbagai perusahaan. Di antaranya di Ramayana Departement Store dan pabrik Inaco di Sukabumi, Jawa Barat.

Untuk menutupi kekurangan keuangan keluarganya, Hadisatul bersama suaminya membuka warung makanan di Bekasi, tahun 2010. Setahun di Jawa Barat, dirinya diminta oleh mertuanya ke untuk ke Surabaya. Ini agar mereka tidak jauh dari keluarga.

Rosella-osellama-1 Rosella-osellama-2

Di Surabaya, mereka tetap melanjutkan untuk membuka warung makanan dengan menu penyetan di Jalan Tambang Boyo. Bosan dengan penghidupan yang hanya mengandalkan membuka warung, tahun 2012, Hadisatul ingin meningkatkan ketrampilan usahanya. Suatu ketika diajak temannya ikut pelatihan Pahlawan Ekonomi di Grosir Kapas Krampung (GKK).

Di pelatihan ini, Hadisatul berkesempatan membuat makanan khas kota kelahirannya, yakni pempek Palembang . Di tahun berikutnya, dirinya juga sempat mencoba untuk membuat aksesoris.

Merasa tidak cocok bergabung dengan Pahlawan Ekonomi, tahun 2014, Hadisatul mendapatkan ide untuk membuat minuman kesehatan dari tumbuhan alami, yaitu rosella. Usaha itu dilakoni sampai sekarang.

Menurut dia, khasiat tumbuhan rosella sangat banyak. Di antaranya mampu mengobati osteoporosis, sariawan, hingga mencegah kanker. Rosella sendiri adalah tumbuhan yang banyak mengandung vitamin C.

Ketika itu, Hadisatul Ahadiah kesulitan untuk mendapatkan bahan rosella. Ini karena dia tak punya lahan pertanian. Hasisatul kemudian mengontak temannya yang punya lahan pertanian rosella di Kediri . “Sebenernya pingin nanam sendiri, namun karena keterbatasan lahan, ya akhirnya kulakan,” ujarnya.

Untuk mengolah rosella menjadi siap jual, Hadisatul sendiri dibantu ibu mertuanya, adik, dan suami. Mulai dari pengolahan, pengemasan hingga penjualan. Rosella bikinannya sendiri dibuat menjadi berbagai macam. Mulai dari serbuk kering yang diperuntukkan untuk pengobatan, dan berbentuk minuman penyegar. Juga ada daun rosella yang hanya dikeringkan dan siap diolah sendiri oleh pembeli serta selai rosella untuk dioleskan di roti.

Hasil produksi Hadisatul kini banyak menyebar di beberapa gerai. Di antaranya Sentral UKM MERR, Balai Kota Surabaya, Bapemas, Siola, dan Pusat Oleh-Oleh Surabaya di Jalan Kutai. “Produk saya juga ada di beberapa warung yang ada kulkasnya,” ujarnya

Dengan ketelatenan keluarganya, Hadisatul terpilih masuk 20 besar program tata rupa. Dirinya kini juga aktif mengikuti pameran, seperti di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Surabaya. “Saya untuk terus belajar guna menambah ilmu,” cetusnya.

Saat ini, rata-rata per hari Hadisatul bisa meraup omzet jutaan rupiah. Bahkan dalam sekali pameran dia bisa meraup sekitar Rp 2 juta. “Ke depan saya ingin menambah produksi dengan mengembangkan sari kacang hijau,” tutupnya. (wh)

Marketing Analysis 2018