OJK Target Pertumbuhan Perbankan Syariah di Jatim 5,4 Persen

OJK Target Pertumbuhan Perbankan Syariah di Jatim 5,4 Persen

Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur Heru Cahyono. foto:arya wiraraja/enciety.co

Berbagai upaya terus dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memajukan dunia perbankan syariah. Hingga akhir tahun 2019 mendatang, OJK menargetkan pertumbuhan perbankan syariah di Jawa Timur mencapai 5,4 persen.

“Jawa Timur ini memiliki pasar perbankan syariah yang potensial. Hal itu ditandai oleh banyaknya jumlah pondok pesantren, sekolah-sekolah yang bernafaskan Islam,” kata Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur Heru Cahyono, disela acara  Workshop Sertifikasi dan Capacity Building di Ballroom Hotel Santika Premier Surabaya, Kamis (12/4/2018).

Kata dia, usaha yang dilakukan sekarang menyiapkan Dewan Pengawas Syariah (DPS) lembaga keuangan syariah yang kompeten dan profesional. Juga menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang Pengawas Syariah yang telah disahkan Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia.

Selanjutnya, terang Heru, membentuk Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Institute yang berfungsi sebagai pusat pendidikan, pelatihan, sosialisasi, dan literasi fatwa serta up-grading bagi calon DPS dan atau DPS eksisting di Lembaga Keuangan Syariah.

“Langkah berikutnya membuka perwakilan DSN MUI di wilayah Jawa Timur, Jawa Tegah dan Nusa Tenggara Barat,” katanya.

Berbagai langkah tersebut untuk meningkatkan tingkat literasi dan inklusi masyarakat terkait perbankan syariah. “Kami meyakini, keraguan masyarakat hingga tidak ingin menggunakan bank syariah sebagai sarana usaha, menabung dan investasi ini dikarenakan banyak di antara masyarakat yang belum tahu produk perbankan syariah sesuai ajaran agama,” tegas Heru.

Heru juga menjelaskan, tingkat literasi dan inklusi di Jawa Timur kurang lebih 30 persen di akhir tahun 2017 lalu. “Ke depan, tugas kami meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat Jawa Timur agar mereka dapat lebih memanfaatkan fasilitas perbankan, terutama perbankan syariah,” pungkas Heru. (wh)

 

Marketing Analysis 2018