OJK Sosialisasi Cermat Sebelum Investasi, Umrah, dan Haji

OJK Sosialisasi Cermat Sebelum Investasi, Umrah, dan Haji

foto:ojk

Praktik penghimpunan dana dan investasi ilegal makin marak serta meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan. Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 4 Jawa Timur menyelenggarakan sosialisasi bertajuk “Cermat Sebelum Investasi, Umrah, dan Haji Dengan Aman Melalui Produk Industri Jasa Keuangan Serta Diseminasi Buku Kumpulan Khotbah Bisnis dan Keuangan Syariah”.

Kegiatan itu menggandeng Tim Kerja Satuan Tugas Waspada Investasi Jawa Timur dan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan. Sosialisasi tersebut dibuka Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 4 Jawa Timur Heru Cahyono dengan narasumber dari OJK, Kepolisian Daerah Jawa Timur, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Bank Syariah Mandiri dan BPRS Lantabur Tebuireng.

Materi yang disampaikan terkait modus-modus yang sering digunakan oleh perusahaan penghimpun dana dan investasi ilegal, tips-tips agar tidak menjadi korban investasi ilegal, praktik sistem multilevel marketing dalam penawaran produk serta tips dalam memilih lembaga jasa keuangan dan biro travel yang aman untuk menunaikan ibadah umroh atau haji.

“Selain sosialisasi, dalam rangka pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan, OJK Kantor Regional 4, kami juga menyelenggarakan Pasar Keuangan Rakyat Tahun 2017,” kata  Heru Cahyono.

Dia lalu menjelaskan, upaya-upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan terus dilakukan OJK untuk mendukung upaya inklusi yang dilakukan oleh industri meskipun indeks literasi dan inklusi keuangan Jawa Timur lebih tinggi dibandingkan indeks literasi dan inklusi keuangan Indonesia.

“Indeks literasi keuangan Jawa Timur adalah 35,58% lebih tinggi apabila dibandingkan indeks literasi keuangan Indonesia yaitu 29,66%,” paparnya.

Selain itu, terang Heru, indeks inklusi keuangan Jawa Timur adalah 73,25% lebih tinggi apabila dibandingkan dengan indeks inklusi keuangan Indonesia yaitu 67,82%. Indeks literasi keuangan syariah Jawa Timur adalah 29,35% lebih tinggi apabila dibandingkan indeks literasi keuangan syariah Indonesia yaitu 8,11%.

“Selain itu indeks inklusi keuangan Jawa Timur adalah 12,21% lebih tinggi apabila dibandingkan dengan indeks inklusi keuangan syariah Indonesia yaitu 11,06%,” jelas Heru.

Pasar Keuangan Rakyat Tahun 2017 diikuti oleh 20 Lembaga Jasa Keuangan dari sektor Perbankan, Pasar Modal, dan Industri Keuangan Non Bank.

“Kami berharap, dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat dapat memahami tips-tips agar dapat berinvestasi secara aman, mengetahui lembaga-lembaga yang dapat digunakan untuk melaksanakan umroh dan haji terpercaya, baik itu Lembaga Jasa Keuangan maupun biro travel. Juga mengenal modus-modus yang sering digunakan oleh perusahaan penghimpun dana atau investasi illegal,” tandasnya. (wh)