OJK Gelar Workshop Sertifikasi dan Capacity Building

OJK Gelar Workshop Sertifikasi dan Capacity Building

Para narasumber Workshop Sertifikasi dan Capacity Building OJK di Ballroom Hotel Santika Premier Surabaya, Kamis (12/4/2018). foto:arya wiraraja/enciety.co

Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 4 Jawa Timur (OJK KR4) mengadakan Workshop Sertifikasi dan Capacity Building di Ballroom Hotel Santika Premier Surabaya, Kamis (12/4/2018).

Kegiatan tersebut dibuka Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur Heru Cahyono dan dihadiri beberapa narasumber, yaitu Direktur DSN MUI Institute, Ah. Azharuddin Lathif, Founding Partner KARIM Consulting Indonesia, Dr Adiwarman Azwar Karim, Direktur Risk Compliance and Human Capital PT Bank Mega Syariah Marjana dan Deputi Direktur Spesialis Penelitian Departemen Perbankan Syariah OJK Aulia Fadly, serta ditutup dengan tausiyah penguatan Dewan Pengawas Syariah (DPS) oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, KH Abdusshomad Buchori.

Acara itu diikuti oleh 120 orang peserta yang terdiri dari DPS dan perwakilan Direksi BPR Syariah serta Unit Usaha Syariah BPD dari delapan provinsi di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan dan Sulawesi. Kegiatan yang merupakan sinergi antara Kantor OJK Regional 4 Jawa Timur dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), ADPASI, dan Kompartemen BPRS AsbisindoDPW Jawa Timur terselenggara sebagai salah satu wujud komitmen OJK dalam mewujudkan dewan pengawas syariah yang kompeten, andal, dan profesional guna mendukung terciptanya industri perbankan syariah yang sehat, tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing.

Kegiatan capacity building ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Raker Adpasi yang pelaksanaannya juga difasilitasi oleh OJK KR4 Jatim.

Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur Heru Cahyono, memaparkan kondisi perkembangan perbankan syariah Jawa Timur sekaligus menekankan pentingnya peran DPS dalam mendukung perkembangan perbankan syariah.

Pangsa aset perbankan syariah di Jawa Timur sejak bulan Desember tahun 2017 telah berhasil menembus angka 5% dan pada posisi Februari 2018 telah mencapai 5,15%. Jumlah pembiayaan dan DPK yang dikelola oleh perbankan syariah di Jawa Timur juga mengalami peningkatan yang signifikan.

“Pembiayaan yang disalurkan pada posisi Februari 2018 meningkat 14,91% (yoy) dengan pangsa terhadap kredit perbankan di Jawa Timur 5,81%. Sementara itu, DPK meningkat 24,01% (yoy) dengan pangsa terhadap DPK perbankan di Jawa Timur 5,20%,” katanya.

Heru menekankan bahwa kompetensi yang memadai merupakan hal utama yang harus dimiliki oleh setiap DPS Perbankan Syariah. Kompetensi tersebut bukan hanya sebatas pada bidang fikih dan hukum Islam, namun juga harus mencakup bidang ekonomi dan keuangan syariah serta operasional perbankan syariah.

“Perlu adanya suatu standar yang dapat digunakan untuk menilai kecukupan kompetensi seluruh DPS perbankan syariah, yang antara lain dapat dilakukan melalui proses sertifikasi,” tegas Heru. (wh)