Nurul Prima Crispy Bagi Tips Memulai Usaha Kuliner

Nurul Prima Crispy Bagi Tips Memulai Usaha Kuliner

Nurul Hidayati membagi tips berbinis kuliner di pelatihan Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya di Kaza City Mall, Minggu (9/9/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Pelaku usaha kuliner jangan pernah lelah untuk selalu berinovasi agar tidak kehilangan pelanggan. Ini karena pasar punya titik jenuh kalau yang disajikan itu-itu saja. Hal itu disampaikan Nurul Hidayati, owner Prima Crispy, dalam acara pelatihan Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya, di Kaza City Mall, Minggu (9/9/2018).

Menurut Nurul, pelaku usaha kuliner wajib membuat produk berkualitas. Untuk itu, ada empat hal yang harus dipenuhi. Yakni, produk yang sehat, nikmat, unik, dan, packaging (kemasan) menarik.

“Bagi saya, bisnis kuliner itu seperti membuat karya seni. Kita butuh eksperimen berkali-kali. Tidak gampang. Saya harus coba puluhan kali dan mendapat banyak kritikan awal-awal ketika mulai usaha. Tapi dari situ saya yakin bakal terbayar di kemudian hari. Nah, sekarang saya sudah membuktikannya,” ucap Nurul yang bergabung dengan Pahlawan Ekonomi sejak 2010.

Menurut dia, setelah menemukan racikan yang pas dari berkali-kali eksperimen, ia kemudian mencatatnya. Karena, jika tidak dicatat dan diukur, rasanya bakal berubah.

“Harus dibukukan dan harus detail mencatatnya. Jangan sekali-sekali mengukur resep dengan ukuran satu sendok atau ukuran tidak baku lainnya. Saya selalu mencatat komposisi bahan. Saya selalu menggunakan timbangan digital,” tegas Nurul.

Menurut Nurul, lewat kebiasaan ini, ia bisa menjaga kualitas produknya. Termasuk selalu menceritakan pengalamannya membuat produk baru.

“Beberapa waktu lalu, saya coba bikin jangkang. Barangnya adanya musiman. Saya buat resepnya. Saya iseng saja memposting di Facebook. Eh, banyak yang berminat,” kata perempuan berjilbab ini.

Dari jangkang itu, Nurul akhirnya punya pelanggan yang tinggak di kawasan perumahan elit. “Padahal saya jual Rp 35 ribu. Waktu itu, dalam waktu 5 hari saya bisa meraup omzet Rp 2,5 juta,” tegas dia, lantas tersenyum.

Lewat contoh itu, Nurul ingin menyampaikan pesan agar jangan berhenti mencoba hal baru. Selain itu, dirinya juga ingin menggugah kesadaran supaya jangan malu untuk menawarkan produk.

“Kita jangan merasa cepat puas dan harus terus mencoba hal baru,” tegas Nurul. (wh)

Berikan komentar disini