NTN Jatim Naik Sebesar 0,86 Persen pada Februari 2018

NTN Jatim Naik Sebesar 0,86 Persen pada Februari 2018

Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur pada Februari 2018 naik 0,86 persen dari 124,85 pada Januari 2018 menjadi 125,93 pada Februari 2018.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Teguh Pramono menyebutkan, kenaikan ini disebabkan karena indeks harga yang diterima nelayan naik sebesar 1,59 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar nelayan hanya naik sebesar 0,72 persen.

“Perkembangan NTN bulan Februari 2018 terhadap Desember 2017 (tahun kalender) naik sebesar 0,59 persen. Adapun perkembangan NTN bulan Februari 2018 terhadap bulan Februari 2017 (year-on-year) mengalami kenaikan sebesar 6,19 persen,” tegas Teguh, Kamis (1/2/2018).

Dari enam provinsi di Pulau Jawa yang melakukan  penghitungan NTN pada Februari 2018, semuanya mengalami kenaikan NTN. Kenaikan NTN terbesar terjadi di Provinsi Banten sebesar 2,40 persen, Provinsi Jawa Barat sebesar 1,80 persen, Provinsi D. I. Yogyakarta naik sebesar 1,30 persen, Provinsi Jawa Timur naik sebesar 0,86 persen,  Provinsi Jawa Tengah naik 0,66 persen, dan yang terakhir adalah Provinsi DKI Jakarta yang mengalami kenaikan sebesar 0,19 persen.

“Indeks harga yang diterima nelayan pada bulan Februari 2018 dibanding bulan Januari 2018 naik sebesar 1,59 persen dari 164,74 menjadi 167,35. Perkembangan indeks harga yang diterima nelayan bulan Februari 2018 terhadap Desember 2017 (tahun kalender) mengalami kenaikan sebesar 2,44 persen,” tutur dia.

Adapun perkembangan indeks harga yang diterima nelayan bulan Februari 2018 terhadap bulan Februari 2017 (year-on-year) naik sebesar 9,43 persen. Sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang diterima  nelayan adalah Ikan Teri, Ikan Lemuru, Ikan Kembung, Ikan Swanggi, Udang, Ikan Tembang, Ikan Layang, Cumi – cumi, Ikan Manyung, dan Ikan Tongkol.

“Sedangkan komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah Ikan Tenggiri, Rajungan, Ikan Kuniran, Ikan Kerapu, Ikan Cakalang, Ikan  Kurisi, Ikan Peperek, Ikan Tuna, Ikan Baronang, dan Ikan Tetengkek,” pungkas Teguh. (wh)