Mudik 2017, Ini yang Dipersiapkan Dishub Jatim

Mudik 2017, Ini yang Dipersiapkan Dishub Jatim

Teks: Kepala Bidang Pengendalian & Operasional Dinas Perhubungan Jawa Timur, Isa Anshori, Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera dan Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (16/6/2017). Foto: arya wiraraja/enciety.co

Untuk menghadapi momen Lebaran dan Mudik 2017, Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur telah menyiapkan semacam peta mudik yang diperuntukkan bagi masyarakat.

Kepala Bidang Pengendalian & Operasional Dinas Perhubungan Jawa Timur Isa Anshori menjelaskan, peta tersebut dibuat untuk membantu masyarakat atau para pemudik menemukan jalur yang tercepat untuk dapat sampai di tujuan.

“Sesuai dengan peta mudik yang ada, Peta Mudik 2017 ini masih saja didominasi oleh arus kendaraan yang menuju ke arah mudik bagian tengah wilayah Jawa Timur. Di antaranya wilayah Jombang, Kertosono, Pasuruan, Surabaya dan lain sebagainya,” paparnya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (16/6/2017).

Acara ini dipandu Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult dan dihadiri Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera itu.

Isa lalu memprediksi jika sepanjang masa Mudik 2017 ini, ada 133 ribu kendaraan bermotor yang bakal melewati jalur mudik bagian tengah wilayah Jawa Timur.

“Dengan kapasitas 100 ribu kendaraan bermotor, maka dengan kata lain jalur tersebut bakal sangat padat. Lantas, untuk menghadapi hal tersebut, kami mengimbau kepada masyarakat atau para pemudik agar lebih mempersiapkan diri dan kendaraannya sebelum pergi mudik,” jelas Isa.

Dijelaskan Isa, untuk dapat menghadapi kepadatan arus lalu lintas pada saat musim Lebaran dan Mudik 2017, pihaknya juga telah menyiapkan jalur Jalan TOL Fungsional Surabaya-Kertosono. Jalur ini nantinya hanya diperuntukkan bagi kendaraan yang masuk dalam Kendaraan Golongan 1.

“Lalu, untuk kendaraan angkutan barang, bus dan lain sebagainya, tidak akan diperkenankan untuk lewat pada jalur Jalan TOL Fungsional tersebut. Hal ini kami lakukan tidak lain untuk antisipasi kepadatan agar tidak terjadi lagi tragedi Brebes Exit seperti moment Mudik tahun 2016 yang lalu,” tegas Isa. (wh)