Menkeu Sri Mulyani Musnahkan Miras dan Rokok Ilegal di Tanjung Perak

Menkeu Sri Mulyani Musnahkan Miras dan Rokok Ilegal di Tanjung Perak

Menkeu Sri Mulyani (dua dari kanan) ikut memusnahakan barang ilegal di Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis (2/8/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Tiga kontainer penyelundup berisi 50.664 botol minuman keras asal Singapura dan 16,8 juta batang rokok ilegal dimusnahkan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (2/7/2018).

Pemusnahan barang-barang tersebut diikuti Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. “Kondisi tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang pada gilirannya akan meningkatkan penerimaan negara yang akan digunakan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Menkeu Sri Mulyani saat memberikan keterangen pers dalam acara pemusnahan hasil tangkapan Kantor Wilayah dan Kantor-Kantor Pelayanan di lingkungan Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I.

Barang-barang haram tersebut, jelas dia, diangkut dari Singapura pada tanggal 24 Juni 2018 dengan tujuan pelabuhan Tanjung Perak melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Diperkirakan tiba pada 26 Juni 2018. Namun, berkat kerjasama penegakkan hukum dengan pihak Bea Cukai Singapura (Singapore Customs), pengiriman barang secara ilegal itu dapat dideteksi dan dilakukan penindakan oleh aparat Bea Cukai Tanjung Perak.

Menurut Sri, keberhasilan menggagalkan penyelundupan ini dapat mengangkat berbagai aspek. Selain aspek ekonomi, juga pemberantasan praktik-praktik curang. Khususnya barang-barang yang diatur dan diawasi seperti minuman keras dan rokok

Dia menambahkan, untuk instansi Kementerian Keuangan yang di dalamnya ada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada 12 Juli 2017 lalu telah meluncurkan program Penertiban Impor Berisiko Tinggi (PIBT), bersinergi dergan POLRI, TNI, Kejaksaan. KPK. PPATK.

“Program ini melibatkan Kementerian Perdagangan serta instansi terkait lain termasuk pemda,” tegas Sri.

Tak hanya itu, sambung Sri, Kementerian Keuangan melalui Dirjen Bea dan Cukai juga menjalin kerjasama dengan negara-negara lain dalam membendung aksi penyelundupan. Kerja sama ini sangat efektif. Terbukti, dengan melejitnya jumlah kasus penyelundupan yang berhasil diungkap Bea Cukai, baik di wilayah perbatasan laut dan darat, bandara, maupun pelabuhan laut.

“Contohnya dalam waktu satu semester ini saja kita menggagalkan penyelundupan narkoba hampir 4 ton. Hampir 2 kali lipat total tangkapan selama tahun 2017. Belum lagi barang-barang lain termasuk miras dan rokok. Intinya adalah sinergi, sehingga semua dapat bersama lebih efektif,” pungkas Sri. (wh)