Menikmati Slow Bar Coffee Toffee

Menikmati Slow Bar Coffee Toffee

Siswanto alias Pakde barista Coffe Toffe

Penikmat kopi urban sedang kaget-kagetnya belakangan ini. Pasalnya, penikmat kopi santai kini dibikin bingung dengan rumitnya peralatan dan penyeduhan manual.

Kalangan yang awalnya tidak begitu memberi perhatian pada proses dari biji ke cangkir, mau tidak mau akhirnya menyaksikan transparansi dapur para barista.

Di YouTube, instagram, di lapak jalanan, di manapun, gerakan penyeduh kopi militan tak berhenti bersosialisasi. Segmen eksklusif ini sedang diupayakan menjadi masif.

Kabar gembiranya, sekarang Coffee Toffee punya slow bar. Slow Bar diidentikkan dengan layanan penyeduhan kopi tanpa bantuan mesin. Prosesnya cenderung lambat apabila dibandingkan dengan proses penyeduhan mesin yang hanya memakan waktu beberapa detik.

Dengan slow bar-nya, korporasi rival Starbucks asli Surabaya ini, tak mau ketinggalan meramaikan kampanye. Menjaring pasar yang sedang berkembang.

Sebagai awalan, di Surabaya, layanan seduh artisan ini baru bisa ditemui di gerai Coffee Toffee Jatim Expo, Jalan A Yani.

Bersama puluhan kedai kopi dan collaboration project antara penyeduh, penyangrai biji kopi dan petani dari Surabaya, Malang, dan Jakarta, Coffee Toffee ikut meramaikan Pesta Kopi Mandiri di Monumen Kapal Selam (Monkasel) Surabaya, akhir pekan lalu.

Bilamana beruntung, penggemar Coffee Toffee bisa mencicipi secangkir kopi seduhan tangan Siswanto alias Pakde, salah satu sosok di balik dapur sangrai Coffee Toffee, yang karyanya kerap kita nikmati di berbagai gerainya. (wh)

Marketing Analysis 2018