Mengurangi Risiko Penyakit Akibat Gaya Hidup

Mengurangi Risiko Penyakit Akibat Gaya Hidup

Drg Yohana Sussie Emissa, Mira Novia, dan Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (5/10/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Dulu, masyarakat mengenal penyakit yang disebabkan kerena lingkungan kurang sehat. Contohnya penyakit diare, ISPA, Tuberkulosis (TBC), dan lain sebagainya. Seiring perkembangan zaman, masyarakat kini dihadapkan dengan berbagai macam penyakit yang diakibatkan gaya hidup (lifestyle).

“Penyakit yang disebabkan gaya hidup ini tidak seperti penyakit kebanyakan. Penyakit ini muncul setelah 3-4 tahun setelah kita melakukan kebiasaan buruk dalam hidup. Contohnya, jika kita suka makan makanan manis, pada beberapa tahun kemudian kita bisa terkena penyakit diabetes,” kata Kresnayana dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (5/9/2018).

Acara tersebut dihadiri Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Surabaya Drg Yohana Sussie Emissa dan Kabid Pencegahan Penyakit Dinkes Surabaya Mira Novia.

Kresnayana mengatakan, berbagai macam penyakit yang disebabkan gaya hidup tersebut dapat diatasi dengan berbagai program yang dicanangkan pemerintah. Salah satunya, program 1.000 hari pertama awal kehidupan bagi bayi yang baru lahir.

“Program ini berjalan sangat baik. Karena dalam program ini tidak hanya mengatur bagaimana bayi yang baru lahir mendapatkan air susu ibu (ASI) secara berkala, tapi juga mengatur pola hidup dari ibu yang menyusui bayinya,” katanya.

Menurut Kresnayana, lewat pola-pola semacam ini kita dapat mengatur pola hidup masyarakat. Termasuk mengurangi risiko dari masyarakat agar tidak terkena penyakit yang diakibatkan pola hidup yang tidak teratur.

Kresnayana menuturkan, menghadapi penyakit yang disebabkan gaya hidup dapat dilakukan dengan metode prevention (pencegahan). Metode ini dapat menghemat anggaran yang dikeluarkan untuk biaya berobat.

“Kita ini kalau sudah sakit pasti bakal menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan selama ini. Untuk itu, mulai sekarang kita harus melakukan perencanaan dengan cara mengubah pola hidup. Karena dengan metode prevention seperti itu, kita dapat terhindar dari berbagai penyakit di masa depan,” kupas dia. (wh)

Berikan komentar disini