Mengubah Strategi Bisnis di Era Digital

Mengubah Strategi Bisnis di Era Digital

Teks: Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (23/2/2018).

Bisnis digital bakal terus berkembang. Hal tersebut ditandai dengan makin maraknya penyedia barang dan jasa yang memanfaatkan digital sebagai basis usaha. “Perkembangan tersebut kini mulai membawa perubahan pada dunia usaha.

Jika dulu, dua hal dalam konsep bisnis yang keberadaannya sangat penting, yaitu uang dan barang. Namun dalam bisnis digital bisnis satu hal lagi yang keberadaannya menjadi sangat vital adalah data,” kata Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (23/2/2018).

Dalam bisnis digital, transaksi yang dilakukan bukan lagi dengan cara konvensional atau cash, tapi menggunakan perangkat digital atau yang yang saat ini sering dikenal dengan e-Money, e-Wallet, e-Payments, dan lain sebagainya.

“Dalam transaksi via digital ini kita tidak lagi melihat uang dalam bentuk cash. Dalam arti transaksi bisnis lebih menggunakan transfer, via kartu, dan pembayaran via online atau digital lainnya,” tutur Kresnayana.

Kresnayana menambahkan, gambaran itu adalah contoh jika teknologi kini menjadi support utama masyarakat berbisnis. Hal tersebut sering disebut dengan istilah digitizing atau digitasi. Istilah ini diartikan dengan semua yang ada mulai dari gambar, rekaman, suara dan data-data penting lain telah diubah dalam bentuk digital.

“Contohnya, kita dapat dikenali lewat 10 digit nomor yang ada pada Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hal ini merupakan contoh jika digitizing sangat dibutuhkan. Karena dengan cara tersebut para pelaku bisnis dapat mencegah bentuk penipuan di dunia digital,” kupas pakar statistic ITS tersebut.

Kata Kresnayana, dengan menggunakan digitizing, para pelaku bisnis juga dapat dengan mudah merancang strategi usaha. Dicontohkan, jika para pelaku bisnis mendapatkan order pada tanggal 25, maka data ini dapat disimpan dan ketika bulan depan para pelaku bisnis dapat membuat persiapan ketersediaan stok produk pada tanggal yang sama.

“Bukan hanya itu saja, dengan digitizing kita juga dapat menentukan segmentasi dan pasar. Kita juga dapat mengukur prosentase penjualan tiap bulan, bahkan tiap tahun,” tegasnya. (wh)