Mengenal Tiga Varian Dim Sum

Mengenal Tiga Varian Dim Sum

Teks: Pelatihan cluster food & beverage Pejuang Muda di Kaza City Mall, Sabtu (6/1/2018). foto: arya wiraraja/enciety.co

Pelatihan Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya bertepatan diadakannya launching program di Kaza City Mall, Sabtu (6/1/2018).

Di cluster food & beverage Pejuang Muda , para peserta yang hadir diajak untuk membuat aneka menu dim sum. Yakni dim sum dumpling, dim sum hakau, dan dim sum siomay.

“Untuk membuat menu dim sum yang nikmat dan menggugah selera, kita wajib membuat kulitnya terlebih dulu. Bahan dasar yang dibutuhkan adalah tepung terigu, tepung maizena, garam, telur dan lain sebagainya,” ujar Chef Totok Yulianto, mentor pelatihan, Sabtu (6/1/2018).

Kata Totok, selain isi, kulit dim sum juga menjadi bagian terpenting dari proses pembuatan menu tersebut. Kata dia, isi dim sum banyak menggunakan bahan-bahan dasar hasil laut seperti udang, ikan dan lain sebagainya. Namun, sebenarnya inti dari menu dim sum ini adalah kulitnya yang kenyal dan gurih.

“Penyajian dim sum diharuskan menarik dan lezat. Untuk itu, kulit dari dim sum ini sangatlah penting,” jelas dia.

Disebutkan Totok, dim sum dumpling, dim sum hakau dan dim sum siomay adalah ketiga menu yang sangat akrab dan favorit di kalangan pecinta kuliner.

Menurut dia, dim sum ini sebenarnya adalah menu makanan asal China. Contohnya dim sum dumpling, menu ini dapat dikatakan sudah merupakan menu makanan pokok orang China selain selain mie. Selain tepung terigu, bahan yang biasa digunakan daging cincang ayam.

Sedangkan untuk dim sum hakau, terang dia, memiliki kulit lebih tipis. Kebanyakan isi dim sum yang digunakan adalah daging udang. Lalu, untuk dim sum siomay, memiliki kulit dim sum yang lebih tebal dengan isi berupa daging ikan dan daging ayam.

Totok juga mengungkapkan rahasia membuat ketiga resep tersebut. Yakni proses melipat kulit dim sum. Agar hasilnya sempurna harus telaten melipat kulit dim sum.

“Teknik melipat ini dilakukan bukan saja bertujuan agar terlihat nikmat saja, melainkan juga dapat matang sempurna,” tegas Totok yang juga staf pengajar Surabaya Hotel School (SHS) itu. (wh)