Mengatasi 4 Problem Utama dalam Merintis Usaha

Mengatasi 4 Problem Utama dalam Merintis Usaha

Luhur Budijarso di pelatihan Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda. foto: arya wiraraja/enciety.co

Capaian usaha tak akan mungkin dilihat tanpa perencanaan. Karena itu, membuat business plan (rencana bisnis) adalah keharusan. Ini agar usaha bisa diproyeksi dan diukur.  

“Ini adalah ikhtiarnya. Jangan hanya asal buka usaha. Asal maju saja,” kata Luhur Budijarso, senior consultant Enciety Business Consult, dalam acara Soft Launcing Pelatihan Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda Surabaya, di Kaza City Mall, Minggu (3/2/2019).

Luhur lantas membagi empat kategori dalam memulai usaha. Pertama, planning atau visi-misi bisnis. Kedua, membuat strategi usaha. Ketiga, mengusai Bisnis Model Canvas (BMC). Keempat, disiplin dalam menjalankan usaha.

“Pada poin pertama, untuk merumuskan visi-misi bisnis, jangan sampai kita berpikir sempit. Contoh, jika kita jualan produk cilok, jangan sampai kita berpikir jualan cilok saja. Tanamkan pada diri Anda sebagai pelaku usaha kuliner. Jadi ke depan bisnis Anda tidak hanya sebatas jualan cilok,” katanya.

Pada poin kedua, Luhur menyinggung strategi yang dilakukan dalam mengembangkan bisnis. Di mana dua strategi, yakni penjualan dan marketing.

Dalam merumuskan strategi bisnis, hendaknya para pelaku usaha mempertimbangkan sektor pasar apa yang dibidik.

“Tujuan bisnis kita bakal menemukan caranya. Pikirkan dulu, konsumen apa yang akan kita sasar. Sektor pasar kalangan bawah, menengah, pasar kelas atas atau seluruh kalangan yang kita garap. Semua itu bergantung dari visi-misi bisnis Anda,” tandas Luhur. 

Pada poin ketiga, Luhur memaparkan konsep BMC. Di antaranya, memahami pelanggan, produk yang ditawarkan, sumber daya yang dibutuhkan, dan yang menghitung untung dan rugi.

Pada poin keempat, Luhur menyarankan agar dapat mencatat, membuat evaluasi, mengukur capaian, membuat sasaran usaha, dan melaporkan segala perkembangan dari usaha yang dilakoni.

“Poin keempat ini ibarat kita sedang sekolah. Pasti ada ujian kenaikan kelas. Untuk bisa lulus, kita harus bisa mengukur keberhasilan dari usaha. Untuk itu, lakukan pencatatan dan pengukuran capaian supaya kita bisa tahu langkah apa yang akan kita lakukan ke depan agar usaha kita bisa lebih maju,” kupas Luhur.

Mengatasi 4 Problem Utama dalam Merintis Usaha

Kata dia,  masalah di pelaku usaha yang baru merintis sejatinya hampir sama. “Jualan laku, tapi gak maju atau malah rugi. Setelah tahu, ternyata masalahnya harga jualnya. Atau lacinya satu, sehingga tidak bisa memilah uang untuk usaha dan kebutuhan rumah tangga,” pungkasnya. (wh)

Marketing Analysis 2018