Memikirkan Energi Alternatif

Memikirkan Energi Alternatif

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya

Seiring perkembangan zaman, kebutuhan energi kian tak terbantahkan. Itu sebabnya, kita perlu memikirkan energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar minyak yang semakin hari semakin habis. Minyak yang berasal dari fosil hewan prasejarah, setiap harinya diambil untuk penggunaan industri, bahan bakar kendaraan, dan lain sebagainya.

Dengan makin terbatasnya bahan bakar minyak, sudah saatnya masyarakat Indonesia harus mengubah perilakunya. Caranya, mengganti energi minyak bumi diganti dengan energi lain. Seperti energi panas matahari dan angin.

Di Belanda dan Jerman sekarang mulai menempatkan energi alternatif di atas energi minyak bumi dalam penggunaan sehari-hari. Setiap rumah memakai solar cell (penyimpan panas matahari yang disalurkan ke baterai penyimpan) hingga masyarakatnya yang lebih memakai sepeda atau kendaraan umum bila bepergian. Pemerintah Jerman juga diketahui sudah eksplorasi jalan rayanya yang telah diberi solar panel digabung dengan energi angin.

Surabaya sebagai kota metropolitan, bisa mencontoh negara maju. Misalnya, di Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya). Disana dibangun kincir angin atau solar panel yang bisa dipakai untuk menerangi 20 ribu rumah.

Marketing Analysis 2018