Membuat Hiasan Tas Noken Empat Dimensi

Membuat Hiasan Tas Noken Empat Dimensi

Mama-Mama Papua ikut pelatihan Pahlawan Ekonomi di Kaza City mall, Selasa (11/9/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Pelatihan Pahlawan Ekonomi mengajarkan cara memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Cara itu dianggap sangat efektif. Mengingat kita bisa berproduksi dengan menggunakan bahan yang mudah didapat.

“Salah satu produk yang direkomendasikan adalah hiasan tas noken empat dimensi dari limbah kain perca,” terang Aciek Yuli, owner Ama Opi yang hadir menjadi mentor pelatihan creative industry Pahlawan Ekonomi Surabaya di Kaza City Mall, Selasa (11/9/2018).

Kata dia, bagi sebagian orang, kain kain perca dianggap sampah. Namun, jika kita telaten mengolah sampah itu, kita bisa membuat produk kreatif yang cantik dan laku dijual.

Dalam acara yang dihadiri Mama-Mama asal Jayawijata, Papua itu, Aciek mengatakan di Surabaya harga hiasan tas empat dimensi tersebut dapat laku dijual di atas Rp 100 ribu.

“Padahal, jika dilihat dari bahannya kita bakal tidak percaya produk itu bisa laku tinggi. Namun, saya sudah membuktikannya di Surabaya,” terang Aciek.

Dalam pelatihan itu, Mama-Mama Papua antusias bertanya. Selain teknik pembuatan, ragam, juga penjualannya. Terlebih, bahan kain perca itu cukup banyak tersedia di Papua.

“Ada beberapa proses yang kita lalui membuat hiasan tas ini. Pertama, proses pemilihan bahan. Kita sesuaikan motif kainnya supaya hiasan tas kita terlihat cantik,” tegas Aciek.

Setelah itu, imbuh dia, proses pembuatan. Menurut Aciek, ada beberapa bahan yang digunakan membuat hiasan tas noken. Yakni, kawat tembaga atau kawat wayer,  kain bludru.

Cara membuatnya, kata Aciek, siapkan kawat wayer lalu lapisi dengan kain bludru dan kain perca dengan posisi saling menutupi. Setelah itu, lilitkan kawat dan buat bentuk yang diinginkan.

“Untuk proses finishing, gunakan kawat bros dan rekatkan dengan menggunakan lem tembak,” tegasnya.

Aciek berharap kepada para peserta pelatihan asal Jayawijaya Papua dapat terus mencoba ilmu yang telah ia tularkan. “Supaya cepat mahir, tidak cara lain selain terus mencoba. Mudah-mudahan semua ilmu yang kita pelajari bersama di Surabaya dapat bermanfaat di Papua nanti,” ujar Aciek. (wh)

Marketing Analysis 2018