Membedakan Customer dan Consumer

Membedakan Customer dan Consumer

Luhur Budijarso, narasumber Marketing Analysis Training di Hotel Santika Premiere, Surabaya, Rabu (10/10/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Seorang marketer harus bisa membedakan antara customer dan consumer. Pasalnya, kedua istilah yang kelihatan serupa tapi tak sama ini, marketer dapat mengubah dan merancang strategi usaha.

Hal itu disampaikan Luhur Budijarso, senior consultant Enciety Business Consult, dalam Marketing Analysis Training di Hotel Santika Premiere, Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Rabu (10/10/2018).

“Consumer adalah mereka yang mengonsumsi brand. Pada prinsipnya, keduanya sangat berbeda namun saling berkaitan. Seorang consumer belum tentu seorang customer,” katanya.

Untuk customer, sebut dia, merupakan pembuat keputusan yang membeli produk yang ditawarkan marketer. Pada beberapa hal, seorang consumer dapat mempengaruhi keputusan dari customer.

“Namun perlu diingat, sebagai marketer kita wajib melakukan stimulan sehingga para customer benar-benar deal untuk beli produk,” tegasnya.

Luhur lantas memberikan contoh bagaimana brand produk susu anak. Menurut dia, customer brand ini adalah anak-anak. Para customer ini merupakan penikmat fitur-fitur dari brand. Untuk customer atau penentu kebijakan adalah orang tuanya.

“Untuk menarik perhatian dan meyakinkan customer tersebut, marketer diwajibkan mampu menyampaikan benefit produk tersebut. Contohnya, dengan mengonsumsi susu anak bisa pandai, anak bisa tumbuh cerdas, dan lain sebagainya,” jabar Luhur.

Tidak hanya itu saja, Luhur juga mencontohkan produk McDonald’s yang merupakan satu perusahaan penyalur terbesar mainan anak-anak di USA, kendati McDonald’s bukan perusahaan mainan.

“Dengan contoh ini, McDonald’s yang merupakan restoran makanan cepat saji terbesar ini, dapat memikat consumer lewat mainan anak-anak. Namun, lewat cara itu, McDonald’s juga dapat mempengaruhi customer untuk membeli brand-nya,” tegas dia. (wh)

Berikan komentar disini