Memastikan Masa Depan Anak dengan ASI Eksklusif

Memastikan Masa Depan Anak dengan ASI Eksklusif

Ridzotullahmad Nurchakim, Umul Jariyah, dan Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (13/7/2018). foto: arya wiraraja/enciety.co

Sudah saatnya masyarakat dapat berpikir jangka panjang. Seribu hari pertama menjadi masa-masa penentu bagi masa produktif kehidupan seseorang. Karena itu, setiap keluarga sepantasnya dapat membantu seorang ibu untuk bisa memberikan air susu ibu (SI) eksklusif bagi anaknya.

Hal tersebut disampaikan Chairperson Enciety Business Consul Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (13/7/2018).

Menurut Kresnayana, dengan memberikan ASI eksklusif selama dua tahun bagi bayi dapat membentuk imunitas, mencukupi kebutuhan gizi, dan memaksimalkan perkembangan bagi seorang anak.

“Bahkan saya pernah menemukan penelitian yang menyebutkkan jika kita melakukan hal itu, kita dapat menghemat Rp 20-30 miliar bagi sang anak di sepanjang usianya,” ujar pakar statistik ITS Surabaya itu.

Kata dia, masyarakat saat ini sudah saatnya disadarkan untuk memberikan ASI dan mendapatkan asupan gizi berimbang kepada anak agar dapat berkembang secara maksimal.

“Jika kita dapat menjaga konsumsi gizi secara berimbang bagi anak, secara tidak langsung kita dapat memastikan seorang anak bisa pintar secara alami. Karena, tidak ada obat yang dapat membuat seorang anak bisa berkembang dan pandai dengan sendirinya,” papar Kresnayana.

Bukan hanya itu saja, imbuh dia, jika masyarakat ingin anak-anaknya pandai, wajib diberikan stimulan agar mereka mampu mengembangkan kemampuan secara maksimal.

“Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kita untuk dapat memastikan masa depan kita dengan menjamin perkembangan anak-anak kita,” pungkas dia. (wh)

Marketing Analysis 2018