Memahami Kombinasi Warna untuk Produk

Memahami Kombinasi Warga untuk Produk

Pelatihan pewarnaan Pahlawan Ekonomi di Kaza City Mall, Minggu (14/10/2018). foto:arya wiraraja/enciety.co

Ratusan anggota Pahlawan Ekonomi yang tergabung dalam empat cluster creative industry kembali menggelar pelatihan pewarnaan bagi produk handicraft dan jahit. Empat cluster tersebut adalah basic, aksesoris, souvenir, dan intermediate.

Hadir sebagai narasumber, Alphiana Chandrajani, pakar pewarnaan asal Surabaya. Menurut dia, ada tiga warna dasar yang harus dipahami, yaitu warna merah, kuning dan hijau. Dari ketiga warna itu dapat menghasilkan berbagai warna baru.

“Untuk menghasilkan warna baru, kita dapat mengombinasikan berbagai warna hingga menciptakan warna baru yang disukai,” jelasnya dalam acara yang digelar di Kaza City Mall, Minggu (14/10/2018).

Alphiana lalu menjelaskan beberapa jenis warna yang biasa digunakan dalam proses kombinasi. Pertama, jenis warna soft atau kalem. Contohnya, warna hijau, biru, dam abu-abu. Warna soft ini banyak digunakan untuk mengimbangi jenis warna panas dan jenis warna tanah.

“Dari jenis warna panas adalah warna kuning dan warna merah. Lalu, untuk warna coklat dan warna hitam adalah contoh untuk jenis warna tanah,” kupas dia.

Lantas untuk jenis warna kontras, imbuh dia, dapat dihasilkan dari kepandaian mengombinasikannya. Contoh warna merah yang dapat dikombinasi dengan warna kuning, hitam, dan warna abu-abu atau krem.

“Untuk dapat menguasai teknik mengkombinasikan warna ini memah harus banyak berlatih. Jika kita malu atau ragu dalam berlatih, jelas kita bakal kesulitan mencari komposisi warna yang pas untuk mengkombinasikan warna,” ulasnya menambahkan.

Untuk mengkombinasikan warna, kata Alphiana, ada rumus yang harus dipahami. Yaitu dengan menggunakan satu warna utama yang lebih dominan. Jika diprosentase lebih dari 50 persen. Sisanya dapat menggunakan warna lain untuk kombinasi. Contohnya, gunakan warna biru untuk warna dasar. Setelah itu gunakan warna kuning, abu-abu atau coklat.

“Fungsinya menggunakan satu warna dasar ini agar hasil karya kita dapat dinikmati dan tidak terkesan terlalu abstrak. Jika terkesan terlalu penuh warna, orang bakal bingung menentukan produk kita ini didominasi oleh warna apa,” tegasnya. (wh)

Marketing Analysis 2018