Mau Jadi Gubernur Jatim, Penuhi Empat Kriteria Ini

Mau Jadi Gubenur Jatim, Penuhi Empat Kriteria Ini

Airlangga Pribadi (kiri), CEO The Initiative Institute, merilis kriteria tokoh Jawa Timur yang di Lodji Besar, Jalan Makam Peneleh 46. Surabaya, Rabu (1/2/2017). foto:arya wiraraja/enciety.co

The Initiative Institute merilis empat kriteria calon gubernur Jatim mendatang. Keempat kriteria tersebut adalah integrity, problem solver, solidarity maker dan political capital.

“Keempat kriteria tersebut harus terpenuhi jika ingin memimpin Jawa Timur mendatang. Karena di situlah proses kontestasi menuju sirkulasi elit Pilkada Jawa Timur,” kata Airlangga Pribadi, CEO The Initiative Institute, dalam acara Diskusi Kriteria Mencari Tokoh Pemimpin Jawa Timur yang dihelat di Lodji Besar, Jalan Makam Peneleh 46. Surabaya,” Rabu (1/2/2017).

Angga, begitu ia karib disapa, menuturkan kriteria integrity yang dimaksud adalah seorang tokoh pemimpin yang antikorupsi, antipolitik uang dan berani melakukan kontrak politik kepada para masyarakat atau calon pemilihnya. “Itu wajib terpenuhi,” cetusnya.

Kriteria kedua, sambung Angga, seorang pemimpin dengan kriteria problem solver juga sangatlah penting untuk menjadi gubernur Jatim yang saat ini menjadi barometer nasional di wilayah Indonesia Timur.

“Seorang problem solver yang andal adalah seorang yang memiliki orientasi public values, bertindak inovatif, dan mampu mengukur risiko dari suatu kebijakan,” ulas dosen Fisip Unair ini.

Kriteria ketiga, ada istilah seorang solidarity maker. Menurut Angga, seorang pemimpin yang bakal memimpin Jawa Timur harus memiliki kemampuan untuk membangun social networking dalam berbagai elemen masyarakat.

“Seorang solidarity maker juga harus mampu mendorong partisipasi dan mampu mengambil inisiatif untuk menyelasikan persoalan,” papar alumnus Murdoch University, Perth, Western Australia ini.

Sedangkan kriteria keempat, Angga menyampaikan bahwa seorang pemimpin yang bakal memimpin Jatim harus memiliki political capital. Dimana dia harus memiliki basis politik dari basis partai politik yang kuat.

“Dia juga harus punya basis sosial dari organisasi masyarakat keagamaan yang kuat pula,” tandas dia.

Angga menemabhakan, keempat kriteria tersebut saat ini belum dimiliki oleh salah seorang calon yang populer untuk menjadi gubernur Jatim.

“Keempat kriteria tersebut memang sangat sulit ditemukan dalam salah seorang calon. Kami beranggapan, jika keempat kriteria tersebut dapat ditemukan dalam diri pasangan calon gubernur dan wakil gubernur,” tutur dia. (wh)