Mat Halil Tereliminasi Regulasi

Mat Halil Tereliminasi Regulasi

Mat Halil Tereliminasi Regulasi

Asa Mat Halil untuk tetap merumput di lapangan  hijau bersama  Persebaya Surabaya pupus sudah. Pemain yang  sejak junior loyal berseragam Persebaya  ini dipastikan  tereleminasi dari skuad   Bajul Ijo musim ini.   Penyebabnya adalah regulasi yang digariskan PSSI terkait dengan batas umur pemain yang bisa merumput di Kompetisi Liga 2 musim  ini.

Kepastian ini terungkap dalam hasil manajer meeting di Jakarta, Kamis (30/3). Salah satu putusan yang dihasilkan, setiap tim peserta Liga 2 diperbolehkan  memakai  5  pemain berusia  di atas 25 tahun maksimal 35 tahun. Nah, tahun ini, Mat Halil genap berusia 37 tahun. Pemain kelahiran Surabaya ini lahir pada 3 Juli 1979.

Bagi Persebaya, kehilangan Mat Halil jelas pukulan  telak. Apalagi saat  kick off kompetisi yang sudah semakin dekat.   Sebagai pemain senior asli Surabaya, Mat Halil  memang disiapkan pelatih Iwan Setiawan untuk bisa memimpin rekan-rekannya di lapangan. Karena  itu, ban kapten disematkan di lengan kanan pemain berdarah Madura ini.  Mat Halil, termasuk pemain  gelombang pertama yang sudah dikontrak Persebaya Surabaya.

Sejauh ini, belum ada respon manajemen Persebaya terkait dengan keputusan ini. Hanya saja, sebelumnya, Pelatih Iwan Setiawan   sempat was-was bila regulasi sampai mengeliminasi deretan pemain senior. Selain Mat Halil, dua pemain  yang sempat dikhawatirkan tereliminasi adalah Rendi Irwan dan    Rachmat Afandi.  Rendi berusia 30 tahun sedang Rachmat Afandi 32 tahun.  Beruntung, kedua pemain ini tak sampai tereliminasi oleh regulasi. Saat ini jumlah total pemain yang sudah diikat manajemen tim berjuluk Green Force tersebut baru 21 personel.”Jujur saja, pemain bagus saat ini mayoritas sudah memiliki tim. Lagi pula, kami masih harus mendekati secara pribadi dan menjelaskan taktik kami bila ada pemain baru yang masuk. Mereka bisa lambat untuk tune in dengan tim,” sambung pelatih yang membawa Pusamania Borneo FC juara Divisi Utama 2014.

Mat Halil sendiri pasrah jika   terkait regulasi ini. ”Semua sekarang terserah manajemen. Saya hanya bisa pasrah,” ucap salah seorang pemilik klub internal Persebaya (El Faza) tersebut. ”Berarti Homecoming Game (19/3) adalah pertandingan terakhir saya bersama Persebaya dengan dukungan penuh dari suporter,” sambung pria yang juga pegawai Dispora Kota Surabaya tersebut. (ram)