Maret 2019, Nilai Tukar Nelayan Jatim Turun 0,84 persen

Maret 2019, Nilai Tukar Nelayan Jatim Turun 0,84 persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur pada Maret 2019 turun 0,84 persen dari 127,16 pada Februari 2019 menjadi 126,09 pada Maret 2019.

Penurunan ini disebabkan karena indeks harga yang diterima nelayan turun sebesar 0,30 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar nelayan naik sebesar 0,54 persen.

Hal itu disampaikan Kepala BPS Jatim Teguh Pramono, Senin (1/4/2019).

Kata dia, perkembangan NTN Maret 2019 terhadap Desember 2018 (tahun kalender), naik sebesar 0,01 persen. Adapun perkembangan NTN Maret 2019 terhadap bulan Maret 2018 (year-on-year) mengalami kenaikan sebesar 1,68 persen.

Dari enam provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTN pada Maret 2019, hanya satu provinsi yang mengalami kenaikan NTN dan lima provinsi lainnya mengalami penurunan NTN. Kenaikan NTN terjadi di Provinsi D.I. Yogyakarta sebesar 0,11 persen.

“Ada pun provinsi yang mengalami penurunan NTN adalah Provinsi Banten turun sebesar 0,48 persen, Provinsi Jawa Timur turun sebesar 0,84 persen, Provinsi Jawa Barat turun 1,88 persen, Provinsi Jawa Tengah turun sebesar 2,18 persen, dan Provinsi DKI Jakarta turun sebesar 2,86 persen,” ungkap Teguh.

Sementara itu, untuk Indeks harga yang diterima nelayan pada bulan Maret 2019 dibanding bulan Februari 2019 turun sebesar 0,30 persen dari 172,82 menjadi 172,29. Perkembangan indeks harga yang diterima nelayan bulan Maret 2019 terhadap Desember 2018 (tahun kalender) mengalami kenaikan sebesar 1,02 persen.

“Ada pun perkembangan indeks harga yang diterima nelayan bulan Maret 2019 terhadap bulan Maret 2018 (year-on-year) mengalami kenaikan sebesar 4,27 persen,” tegasnya menambahkan.

Ada Sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang diterima nelayan. Sepuluh komoditas itu adalah Ikan Lemuru, Ikan Tongkol, Ikan Tembang, Ikan Bawal, Ikan Ekor Kuning, Ikan Tuna, Kerang, Ikan Layur, Ikan Belanak, dan Gurita. “Sedangkan komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah Ikan Teri, Ikan Layang, Ikan Kuniran, Ikan Kerapu, Ikan Swanggi, Ikan Cakalang, Ikan Tenggiri, Rajungan, Udang, dan Ikan Kurisi,” tegasnya. (wh)

Marketing Analysis 2018