Mappi Buka Peluang Asah Skill Menjadi Appraisal

Mappi Buka Peluang Asah Skill Menjadi Appraisal

Sekretaris Mappi Jatim Mushofah, Ketua Forum Kantor Jasa Penilai Publik Jatim Wahyudi Utomo, Kepala Cabang Bank Panin Surabaya Cendana Thomas A. Wibowo, dan Dirut Enciety Business Consult Doddi Madya Judanto dalam acara perspective Radio Suara Surabaya, Jumat (6/4/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Sebagai satu-satunya wadah bagi para appraisal (penilai) yang ada di Indonesia, Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (Mappi) yang berdiri sejak Oktober 1981 di bawah naungan Kementerian Keuangan RI ini, menangani empat bidang jasa penilaian. Yakni, penilaian properti sederhana, penilaian properti, penilaian bisnis, dan penilaian personal properti.

Sesuai tugas pokok dan fungsi yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK), selain fungsi appraisal, ia mengaku jika pihaknya juga menangani beberapa hal. Di antaranya konsultasi managemen properti, jasa agen properti, penilai managemen aset, desain sistem managemen aset, pengawasan pembiayaan proyek, optimalisasi aset dan studi analisis Highest And Best Uses (HBU).

“Sampai saat ini di seluruh Indonesia, ada sekitar 642 orang appraisal atau penilai yang telah terdaftar dalam Kementerian Keuangan. Angka tersebut terbilang sangat kecil jika dibandingkan dengan permintaan jasa penilaian yang saat ini ada di Indonesia,” ujar Sekretaris Mappi Jatim Mushofah, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (6/4/2018).

Kata dia, jika dibandingkan jumlah penilai yang ada di Malaysia dapat mencapai 1 banding 40 ribu jumlah penduduk. “Di Indonesia, angkanya hanya mencapai 1 banding 400 ribu dari jumlah penduduk. Angka ini menunjukkan jika kita membutuhkan banyak sumber daya manusia yang menguasai bidang ini,” tegas dia.

Untuk menambal kekurangan sumber daya manusia tersebut, Mushofah mengatakan jika Mappi membuka peluang bagi mereka yang ingin mengasah skill-nya untuk menjadi seorang appraisal.

“Saat ini di Indonesia masih belum ada pendidikan formal untuk menjadi seorang appraisal. Untuk menggeluti profesi tersebut, kami menggelar beberapa pelatihan bagi mereka yang ingin menjadi seorang appraisal yang profesional yang terikat kode etik,” tegas dia. (wh)