Manfaatkan Data Perilaku untuk Memikat Customer

Manfaatkan Data Perilaku untuk Memikat Customer

Luhur Budijarso, narasumber Marketing Analysis Training di Hotel Santika Premiere, Surabaya, Rabu (10/10/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Pasar Indonesia ke depan bakal dikuasai anak muda. Saat ini, sekitar sepertiga penduduk Indonesia adalah anak muda berusia di bawah 40 tahun. Mayoritas di antara mereka kelas menengah. Diprediksi pada 2019-2020 mendatang, Indonesia kebanjiran kelas menengah baru. Angkanya mencapai 40 juta orang.

Hal tersebut disampaikan Luhur Budijarso, senior consultant Enciety Business Consult, dalam acara Marketing Analysis Training di Hotel Santika Premiere, Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Rabu (10/10/2018).

Menurut Luhur, hal ini perlu dicermati marketer jika ingin produknya terus laku dan perusahaannya makin besar. Pasalnya, para customer tersebut memiliki keinginan pasar yang dinamis.

Untuk dapat membaca keinginan para customer tersebut marketer wajib memiliki data perilaku consumer. “Dunia usaha bakal ditentukan oleh keinginan para customer. Jika kita tidak memiliki data perilaku consumer, lalu bagaimana cara kita memahami arah pasar,” ucap dia.

Keberadaan data perilaku customer ini, menurut Luhur, juga dapat membantu marketer mengetahui competitor dan indirect competitor perusahaannya.

Contoh kongkriet, sebut Luhur, perusahaan makanan cepat saji seperti McDonald’s. Bagi dia, competitor McDonald’s pasti KFC, CFC, AW, dan lain sebagainya.

“Namun, jika dibahas secara detail, indirect competitor yang sebenarnya dari McDonald’s ini adalah restoran-restoran Padang. Selain menawarkan makanan siap saji juga memiliki banyak benang merah persaingan. Di antaranya varian menu, rasa khas nusantara yang disukai, dan lain sebagainya,” papar Luhur.

Untuk diketahui, sebenarnya yang diperebutkan para marketer dalam menjual produknya ini adalah kemampuan konsumsi customer, atau yang biasa disebut dengan share of wallet. Untuk dapat memenangkan persaingan tersebut, yang harus dilakukan marketer adalah terus mengeksplorasi seluruh potensi yang dimiliki produk dan usaha.

“Intinya dari segi apa kita dapat memikat customer untuk membeli produk kita. Caranya ya tidak lain dengan memanfaatkan data perilaku customer yang kita miliki,” tandas Luhur. (wh)

Marketing Analysis 2018