Manfaatkan Bentangan Jalan untuk Sumber Energi

Manfaatkan Bentangan Jalan untuk Sumber Energi

Direktur PT Gaya Makmur Surabaya Julius Sikku dan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (6/7/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Seiring gencarnya pembangunan infrastuktur terutama jalan tol, banyak sisi positif yang bisa diperoleh. Yang utama tentu terkait masalah perkembangan perekonomian. Ketika jalan tol tersebut mulai beroperasi dan terintegrasi, perekonomian banyak wilayah bakal terangkat.

“Satu hal yang dapat menghubungkan berbagai potensi daerah itu adalah dengan membangun infrastuktur jalan. Jika melihat perkembangan di luar negeri, bentangan jalan yang ada telah banyak dimanfaatkan untuk sumber energi,” kata Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (6/7/2018).  Dalam acara itu juga dihadiri Direktur PT Gaya Makmur Surabaya Julius Sikku.

Selain itu, imbuh Kresnayana, bila bercermin hal yang ada di luar negeri, dapat dilihat panel solar cell yang telah dibangun di jalan-jalan kota yang dapat menghasilkan listrik secara mandiri.

Dia lalu menjelaskan, jika teknologi yang digunakan untuk membangun jalan pada dasarnya membutuhkan aspal dan beton. “Namun, jika menggunakan teknologi daur ulang  atau recycling, kita dapat mencampur aspal dan beton dengan campuran yang aman dengan kualitas yang tidak berbeda,” terang pakar statistik ITS itu.

Kata Kresnayana, rata-rata anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki jalan raya dengan bahan aspal per 1 kilometernya sebesatt Rp 7,4 miliar. Lalu, untuk jalan dengan bahan beton dibutuhkan anggaran Rp 5,1 miliar.

“Lantas, jika kita menggunakan teknologi recycling kita hanya menghabiskan anggaran Rp 4,4 miliar atau lebih hemat 39 persen,” urai Kresnayana.

Selain lebih hemat, sambung Kresnayana, dengan menggunakan teknologi recycling waktu yang dibutuhkan untuk membangun jalan ini juga lebih singkat. Pada umumnya, waktu yang dibutuhkan untuk membangun jalan raya adalah 70 hari.

“Namun, dengan menggunakan teknologi recycling waktu yang dibutuhkan adalah 30-40 hari,” tegasnya.

Di sisi lain, Kresnayana juga menyinggung  adanya program Dana Desa yang digagas pemerintah pusat yang bertujuan memajukan desa sebagai pusat kegiatan perekonomian. Ke depan dibutuhkan perencanaan yang terpadu antara keterhubungan pembangunan infrastruktur dengan potensi-potensi yang ada di wilayah. (wh)

Berikan komentar disini