Mama-Mama Papua Belajar Olah Sayuran untuk Produk Kuliner

Mama-Mama Papua Belajar Olah Sayuran untuk Produk Kuliner

Pelatihan culinary business Pahlawan Ekonomi, di Surabaya Hotel School (SHS), Selasa (11/9/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Mengolah sayuran. Begitulah yang dipelajari Mama-Mama Jayawijaya, Papua dalam pelatihan lanjutan di Pahlawan Ekonomi Surabaya. Pilihannya pun beragam, di antaranya cap cay, salad, dan lain sebagainya.

“Coba bayangkan, jika kita beli sayuran mentah di pasar, satu ikat harganya Rp 4 ribu. Jika kita dapat mengolah sayuran tersebut jadi salad atau cap cay, harganya dapat meningkat hingga 4-5 kali lipat menjadi Rp 20 ribu seporsi,” tandas Chef Supriyanto, mentor culinary business Pahlawan Ekonomi, di Surabaya Hotel School (SHS), Selasa (11/9/2018).

Supri, begitu ia karib disapa, menjelaskan sayur merupakan bahan yang mudah diolah. Namun, bahan ini juga dikenal sangat sensitif. Karena jika diolah terlalu lama, zat-zat yang terkandung dalam sayuran akan hilang.

“Asalkan pengolahannya benar, semua makanan berbahan sayur punya nilai ekonomi tinggi,” katanya.

Kata dia, masyarakat sekarang suka mengonsumsi sayuran. Selain sehat, banyak kreasi kuliner yang dibuat dari bahan sayur. Seperti yang dibedah dalam pelatihan, yakni memasak cap cay. Menu chiness food ini adalah banyak disuka.

Pada umumnya, terang Supri, ada beberapa bahan yang diperlukan membuat cap cay. Yakni, udang, kembang kol, sayur sawi, wortel, daun kol, cabe besar, cabe rawit, garam, bawang merah, bawang putih, merica, dan minyak sayur.

“Kita dapat mengganti beberapa bahan sayur lokal di Jayawijaya. Namun dengan catatan cara pengolahannya harus benar. Karena jika salah pasti rasanya jadi aneh,” ujar Supri, lantas tersenyum.

Supri lantas memberikan beberapa catatan resep kepada Mama-Mama Papua. Dia juga mengatakan jika ada beberapa hal yang kurang jelasMama-Mama Papua bisa berkonsultasi via handphone.

“Kita juga sudah tinggalkan beberapa nomor telepon yang dapat dihubungi jika ada materinya kurang jelas. Mudah-mudahan, dengan cara ini, dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan kami mendapat kabar bahagia dati para peserta, jika ilmu yang telah kita tularkan bermanfaat,” ungkap Supriyanto. (wh)

Mama-Mama Papua Belajar Olah Sayuran untuk Produk Kuliner
foto:arya wiraraja/enciety.co

Berikan komentar disini