Mahasiswa Unair KKN di Workshop Puspita Pertiwi Marzha Sprei

Mahasiswa Unair KKN di Workshop Puspita Pertiwi Marzha Sprei

Para mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya melakukan KKN di rumah Puspita Pertiwi, owner Marzha Sprei, Jalan Kalimas Baru I/24, Surabaya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Keberadaan pelaku usaha Pahlawan Ekonomi Surabaya menjadi perhatian kalangan akademisi. Salah satunya terkait dengan manajemen keuangan usaha.

Seperti yang dilakukan sembilan mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya, Rabu (11/7/2018). Mereka mendatangi rumah sekaligus workshop Puspita Pertiwi, owner Marzha Sprei, Jalan Kalimas Baru I/24, Surabaya. Kesembilan orang tersebut merupakan satu kelompok Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Mahasiswa (KKN BBM) Unair.

Di rumah berukuran 7×8 meter itu, Sembilan mahasiswa yang memakai jas almamater berwarna biru berlogo Unair itu, tengah berdiskusi terkait pembukuan usaha yang dibuat Puspita.

Handika Putra Wijaya, mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Jurusan Ekonomi Pembangunan yang merupakan Koordinator Kelompok KKN BBM Unair 58, menjelaskan tahun ini Unair memiliki program KKN BBM yang dikhususkan meneliti dan membantu para pelaku usaha. Kegiatan ini dilakukan pada 3-28 Juli 2018.

“Tahun ini, Unair tempat kami belajar memutuskan membantu pelaku usaha lewat program KKN BBM. Untuk satu kelompok dikhususkan menangani satu pelaku usaha. Kebetulan kali ini kami menangani Bu Puspita,” kata Handika kepada enciety.co.

Handika mengaku menggunakan metode observasi dan assessment. Sedikitnya lima poin yang diteliti para mahasiswa Unair. Yakni Human Resources Development (HRD) yang identik dengan manajemen pegawai atau tenaga kerja, produksi. manajemen keuangan, pasar, dan legalitas usaha.

“Kelima poin ini sangat berkaitan dan memang seringkali banyak dilupakan para pelaku usaha. Padahal, jika ingin meningkatkan mutu mereka usaha wajib memahami kelima poin tersebut,” ujar dia.

Selanjutnya Hendika dan kawan-kawannya bakal melakukan penilaian terhadap para pelaku usaha tersebut. Penilaian nantinya dibagi menjadi 3 kategori. Pertama, pelaku usaha mikro. Kedua, pelaku usaha menengah. Ketiga pelaku usaha makro.

“Poin penilaiannya adalah pemasukan dan kekuatan produksi dari para pelaku usaha tersebut,” kupas dia.

Sementara itu, Puspita Pertiwi mengaku sangat terbantu sekali dengan kegiatan KKN BBM Mahasiswa Unair. “Contohnya ini, saya diajarkan membuat visi dan misi usaha. Setelah ini, mas dan mbak ini bakal mengajarkan saya untuk membuat company profile,” ujar dia, lantas tersenyum.

Company profile pelaku usaha, kata dia, sangat penting. Dengan memiliki company profile yang menarik, ia dapat memasarkan dan melakukan kerja sama usaha dengan perusahaan lain. Hal ini bakal berdampak positif bagi usaha yang mereka tekuni saat ini. (wh)

Mahasiswa Unair KKN di Workshop Puspita Pertiwi Marzha Sprei
Puspita Pertiwi, owner Marzha Sprei, foto: arya wiraraja/enciety.co

Berikan komentar disini