Mahasiswa S2 ITS Kunjungi Enciety Business Consult

Mahasiswa S2 ITS Kunjungi Enciety Business Consult

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana yahya memberikan wawasan kepada mahasiswa S2 Statistika ITS di Spazio, Rabu (3/5/2017). foto:dimas pratama/ebc

Sebanyak 32 orang perwakilan dosen dan mahasiswa S2 Statistika ITS kelas data mining dan analisis data, berkunjung ke Enciety Business Consult (EBC). Mereka belajar sekaligus mengenal lebih dekat seluk beluk korporasi, berikut proses kerja di perusahaan konsultan terkemuka di Tanah Air tersebut.

Pertemuan tersebut berlangsung di Forward Factory lantai 7 Spazio, Jalan Mayjend Yono Soewoyo Surabaya, Rabu (3/5/2017). Para mahasiswa S2 ITS didampingi Dr. rer. pol. Heri Kuswanto, Dr. Dra Kartika Fithriasari, M.Si, Dr. Santi Wulan Purnami, S.Si, M.Si. Mereka disambut tim divisi riset yang dipimpin Knowledge & Data Mining Manager EBC, Unung Istopo Hartanto.

Dalam kesempatan ini, Unung menjelaskan company profile EBC, sebuah perusahaan konsultan yang telah berdiri sejak 1997.

“Enciety (entrepreneur society) sendiri juga terinspirasi dari kata anxiety yang bisa dimaknai kegelisahan atau kecemasan. Di mana saat itu, tahun 1997, negara bergejolak dan kami mencoba terus bergerak dan berkontribusi kepada negara ini,” tegas Unung.

Ia lalu memaparkan, EBC bergerak dan menyediakan layanan jasa konsultansi yang terdiri dari manajemen bisnis, komunikasi strategis, dan pembangunan regional.

Mahasiswa S2 ITS Kunjungi Enciety Business Consult
Unung Istopo Hartanto, Knowledge & Data Mining Manager EBC, menjelaskan proses kerja di perusahaan konsultan. foto:dimas pratama/ebc

“Enciety juga sebuah perusahaan riset yang secara garis besar terbagi menjadi dua, yaitu qualitative research dan quantative research,” ujarnya.

Sementara Dwi Setya, asisten manager Qualitative Research EBC, memaparkan proses kinerja, di antaranya mystery calling dan mystery shopping, serta desk research.

Dwi Setya mengungkapkan keunggulan dari beberapa produk research ini dan kendala dalam pelaksanaannya. “Bentuk kerja desk research salah satunya menjawab keinginan klien-klien kami yang berasal dari perusahaan butuh gambaran makro dunia industri untuk menetapkan strategi. Dan itu bisa terjawab dengan mempelajari laporan keuangan dari perusahaan yang sudah go public,” jelas dia.

Chairperson Enciety Kresnayana Yahya memberikan inspirasi kepada para mahasiswa S2 statistika ITS menghadapi dan berkecimpung di dunia industri.

“Ke depan, negara ini butuh statistikawan yang tidak terlalu terpaku dengan menggunakan satu metode saja, namun lebih ke problem solving based,” tegas Kresnayana. (wh)