Mahasiswa ITS Bikin Aplikasi Membantu Masalah Impor Kedelai

Mahasiswa ITS Bikin Aplikasi Membantu Masalah Impor Kedelai

foto:ist

Tiga mahasiswa ITS Surabaya merancang aplikasi bisnis bernama Kancadele. Aplikasi ini sebagai upaya menyelesaikan permasalahan impor kedelai di Indonesia.

Ketiganya, mahasiswa dari Departemen Teknik Industri ITS itu, Muhammad Arif Setiadi, Nur Aeni Elmi, dan Asma’ul Khusna.

Arif mengatakan, kualitas kedelai lokal saat ini masih belum bisa bersaing dengan kedelai impor. “Oleh karena itu, aplikasi Kancadele ini kami hadirkan untuk membantu pemasaran kedelai lokal dan edukasi untuk petani kedelai lokal,” ujar dia.

Dia lalu menjelaskan, aplikasi Kancadele akan membantu menyederhanakan rantai pasok antara petani kedelai lokal dengan perajin olahan kedelai seperti pembuat tahu, tempe, dan susu kacang kedelai. Sehingga harga asli kedelai dari petani tidak dapat berubah atau meningkat karena dipengaruhi oleh para tengkulak, seperti distributor dan wholesaler.

Ditambahkan Arif, visi dari aplikasi ini adalah bisa membantu produk kedelai lokal Indonesia untuk menjadi lebih unggul daripada produk impor. Dengan begitu, Kancadele dapat membantu menyejahterakan petani kedelai dan Indonesia tidak ketergantungan dengan kedelai impor.

Disinggung soal nama Kancadele, Arif mengaku terinspirasi dari bahasa Jawa. Ia menjelaskan, Kancadele sendiri merupakan gabungan dari dua kata, yakni kanca yang berarti teman, dan dele yang merupakan pengucapan kata kedelai dalam bahasa Jawa.

“Melalui nama tersebut diharapkan aplikasi Kancadele ini dapat menjadi ‘teman’ bagi petani kedelai dan pelaku industri kacang kedelai di Indonesia,” tuturnya. 

Berbekal ide bisnis Kancadele tersebut, tim ini pun telah sukses meraup dua gelar juara sekaligus sebagai juara kedua dan ketiga pada kompetisi ide bisnis, beberapa waktu lalu. Dua kompetisi tersebut yakni Business Plan Competition Hology (House of Technology) dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya dan pada ajang Agribusiness Business Plan Competition (ABPC) 2018 dari Departemen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. (wh)

Marketing Analysis 2018