MACS Éclair, Sentuhan Seni dalam Kue Sus Sehat

MACS Éclair, Sentuhan Seni dalam Kue Sus Sehat

Marie Antoinette Claudia Soenjoto dengan kue butannnya. foto:artika farmita/enciety.co

Bisnis butuh komitmen dan ketekunan. Karena itu, seorang entrepreneur harus memiliki semangat baja dan percaya diri. Tidak bisa iseng-iseng untuk jadi entrepreneur.

Hal itu diamini betul oleh Marie Antoinette Claudia Soenjoto. Meski terlahir di keluarga yang pebisnis, ia tak lantas aji mumpung. Kakaknya, Andre Soenjoto adalah pemilik brand kedai es krim low fat, de Boliva. Sang Papa, Hardi Soenjoto, arsitek yang juga pebisnis paving stone.

Bakat Marie menggeluti bidang kuliner turun dari mamanya, Hilda Dharmawan, yang dulu berwirausaha es krim rumahan. “Waktu masih kecil, cita-citaku pengen jadi business woman. Pokoknya nggak pengen jadi karyawan, pengennya jadi bos,” ujarnya sambil sedikit terkikik.

Sore itu, enciety.co ditemui Claudia di de Boliva. De Boliva kini telah menjelma menjadi bisnis keluarga. Claudia bersyukur bersekolah di lingkungan yang menghargai bakat setiap siswa, serta mendorong jiwa entrepreneurship. Sehingga ketika SMA, passion-nya di dunia pastry dan kue, semakin menguat.

Lulus SMA Cita Hati, Surabaya, gadis kelahiran Surabaya, 10 Maret 1993 itu, mantap memutuskan karirnya. Ia lalu terbang ke Benua Kanguru, melanjutkan sekolah di Australian College of Applied Education jurusan pastry selama setahun. “Aku nggak mau buang-buang waktu. Yang penting praktiknya,” tuturnya.

Kendati suka memasak, ia tak ingin berkarir menjadi chef. “Soalnya kalau jadi chef, kayaknya lebih stres. Karena begitu orang pesan, dalam 15-30 menit harus jadi. Saya lebih suka bikin kue. Lebih bisa dibikin have fun, bikin hiasan detil,” paparnya, bangga.

Marketing Analysis 2018