Lee Kuan Yew Meninggal, JK: Bangsa Indonesia Turut Berduka

Debat Capres : JK Layak jadi Man of The Match

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menyatakan belasungkawa atas wafatnya Perdana Menteri pertama Singapura Lee Kuan Yew, pada Senin (23/3) dinihari. “Indonesia sangat berduka. Beliau Bapak bangsa Singapura dan tokoh besar Asia,” kata JK melalui juru bicara pribadinya, Husain Abdullah.

Di mata JK, Lee Kuan Yew atau dikenal dengan akronim “LKY” tidak hanya mampu mengubah Singapura menjadi negara maju di kawasan Asia Tenggara (Asean), tetapi juga memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi negara Asean lainnya. “Di bawah kepemimpinan LKY, Singapura maju pesat dan memberi dampak yang besar ke Asean. Pemikirannya juga selalu memberi inspirasi untuk Asia,” ujar JK.

Oleh karena itu, sudah selayaknya Indonesia turut berduka atas meninggalnya pria yang selama 30 tahun menjabat sebagai perdana menteri dan 20 tahun sebagai penasihat senior Pemerintah Singapura tersebut. Namun, Husain belum dapat memastikan apakah JK akan melayat ke Singapura pada Senin (23/3) ini atau tidak.

Berita duka tentang meninggalnya Lee Kuan Yew diketahui dari pernyataan resmi putranya, yaitu Perdana Menteri Lee Hsien Loong. Bapak bangsa Singapura ini meninggal dunia pada usia 91 tahun setelah menjalani perawatan di rumah sakit sejak 5 Februari 2015 lalu, karena menderita pneumonia parah. (bst)