Launching Keempat Holcim Awards

Launching Keempat Holcim Awards

KONTRIBUTIF : Juhans Suryantan, Vice President Sales Holcim Indonesia.

Launching Keempat Holcim Awards
KONTRIBUTIF : Juhans Suryantan, Vice President Sales Holcim Indonesia.

Pembangunan Indonesia yang pesat dapat menyebabkan konsumsi energi yang berlebihan. Fungsi bangunan menjadi tidak efisien. Holcim Indonesia lantas berinisiatif mengadakan serangkaian kegiatan edukasi penerapan sustainable construction.

Kegiatan ini untuk menghasilkan bangunan yang lebih baik bagi masyarakat. Bertempat di Hall A Dyandra Convention Center Surabaya, Selasa (3/12/2013). Acara ini menjadi bagian dari sosialisasi Holcim Awards 4th Cycle, sebuah kompetisi global yang bertujuan mencari proyek maupun ide yang menerapkan konsep sustainable construction.

“Kami ingin membangun solusi berkelanjutan bagi masa depan masyarakat. Yaitu agar setiap orang mendapatkan bangunan yang baik dan mampu menunjang aktivitas. Juga tetap memperhatikan kebutuhan generasi yang akan datang,” ujar Eamon Ginley, Presiden Direktur Holcim Indonesia.

Holcim Awards tersebut diselenggarakan oleh Holcim Foundation, lembaga non-profit Holcim Group. Kompetisi Holcim Awards 4th Cycle yang berhadiah total USD 2 Juta mengusung dua kategori, yakni Main Category dan Next Generations. Tak hanya arsitek, peserta dari kalangan praktisi konstruksi seperti insinyur, kontraktor, maupun pemilik proyek diperbolehkan ikut.

“Asalkan bisa menunjukkan kepedulian dengan menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan, boleh mengikuti kompetisi ini,” jelas Vice President Sales Holcim Indonesia, Juhans Suryantan.

Selain itu, lanjut Juhans, Holcim juga memberi kesempatan bagi para mahasiswa dan profesional muda. Mereka bisa mendaftarkan diri pada kategori Next Generations.

Kompetisi Holcim Awards tingkat internasional ini menempatkan lima kriteria. Antara lain Progress, People, Planet, Prosperity, dan Proficiency. Aspek 5P tersebut menuntut rencana pembangunan yang inovatif dan berkelanjutan, mengakomodasi kebutuhan serta memberdayakan sekitarnya, memperhatikan kelestarian sumber daya alam, mampu memberikan kontribusi bagi kesejahteraan, serta tetap memperhatikan estetika tata ruang publik.

Dengan diadakannya Holcim Awards, Holcim  berharap akan muncul ide-ide baru. “Surabaya merupakan salah satu kota besar di Indonesia dengan tingkat pertumbuhan bangunan yang tinggi. Beberapa waktu terakhir tercatat berbagai pusat perbelanjaan hingga apartemen didirikan. Kami ingin mendorong masyarakat Surabaya untuk menciptakan bangunan yang mampu menggabungkan  nilai-nilai lokal. Sehingga memiliki desain dan kontribusi yang tinggi bagi masyarakat,” ungkap Commercial Building Solution Manager Holcim, Ranidia Leeman, Indonesia.

Salah satu pemenang Holcim Awards 2011 asal Indonesia, Dian Ariffianto Budi Susilo. Alumnus Universitas Negeri Solo itu mengangkat konsep Socially Integrated Rural School di Sukoharjo. Rancangan sekolah alam yang dinamai Al Firdaus itu dinilai inovatif. Sebab, ia memanfaatkan buangan air secara maksimal. Yaitu air wudhu dan air hujan, digunakan untuk menyiram tanaman dan sawah di sekitar sekolah.(wh)

Marketing Analysis 2018