Langkah Jitu Terapkan Pricing Strategy Marketing

Langkah Jitu Terapkan Pricing Strategy Marketing

Luhur Budijarso, narasumber Marketing Analysis Training di Hotel Santika Premiere, Surabaya, Rabu (24/10/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Pricing strategy marketing merupakan salah satu strategi pemasaran yang sederhana. Namun, jika salah penerapannya, bakal berdampak panjang dalam usaha. Sekali diterapkan sangat sulit untuk dikoreksi. Kendati dalam praktiknya strategi ini tidak dapat diterapkan lama, namun dapat mengikat customer.

Hal itu disampaikan Luhur Budijarso, senior consultant Enciety Business Consult, dalam Marketing Analysis Training di Hotel Santika Premiere, Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Rabu (24/10/2018).

Pada prinsipnya, kata Luhur, strategi ini banyak digunakan untuk menjangkau user atau customer baru. Kebanyakan strategi ini banyak digunakan marketer untuk launching brand atau produk baru. Sehingga user atau customer baru tergoda untuk mencoba brand yang ditawarkan.

“Kebanyakan pricing strategy marketing ini dijalankan dengan cara menekan harga brand atau produk menjadi lebih rendah dari sebelumnya. Namun strategi ini tidak bisa digunakan secara lama. Jadi, setelah masa promosi habis, harga kembali seperti semula,” paparnya.

Perlu diketahui, dalam penentuan harga brand atau produk, ada value yang ingin disampaikan. Jika brand tersebut memiliki kualitas premium namun harganya murah, jelas bakal menimbulkan pertanyaan sendiri dari customer.

Customer sekarang jadi makin kritis. Jika produk atau brand yang kita tawarkan punya kualitas bagus atau premium namun harganya murah, mereka bakal tidak percaya. Singkatnya, pricing strategy marketing hanya dapat dilakukan temporer atau terbatas waktu,” cetusnya.

Luhur lantas memberikan contoh perusahaan yang melakukan pricing strategy marketing secara efektif. Di antaranya perusahaan jasa transportasi berbasis online, Go-Jek. Kata dia, awal memperkenalkan usaha, Go-Jek melakukan pricing strategy marketing lewat pemberian bonus kepada user atau customer dengan cara men-download aplikasinya.

“Lewat cara tersebut, Go-Jek berhasil memperkenalkan brand-nya. Go-Jek membuat customer menggunakan aplikasinya tersebut. Jika dihitung, cara tersebut dianggap lebih efektif ketimbang Go-Jek menggunakan memasang iklan di sejumlah media konvensional,” tandas Luhur. (wh)

Marketing Analysis 2018