Kurangi Risiko Kanker Serviks dengan Deteksi Sejak Dini

Kurangi Risiko Kanker Serviks dengan Deteksi Sejak Dini
Ratna Ayu, peneliti Enciety Business Consult

Tahukah Anda, setiap dua menit seorang wanita meninggal karena kanker serviks? Memang tak ada gejala yang ditimbulkan. Umumnya penderita baru tahu setelah kanker yang diderita sudah mencapai stadium lanjut. Deteksi dini sangatlah penting dilakukan, mengingat pada tahap awal penyakit ini tidak menimbulkan gejala.

Di Jawa Timur, jumlah penderita telah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak 3.971 di tahun 2013 turun menjadi 3.813 di tahun 2014. Akan tetapi, menurut Nina Kirana Soekarwo, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dalam wawancaranya dengan suarasurabaya.net, mengungkapkan, jumlah penderita kanker di Jawa Timur masih cukup memprihatinkan. Ini dikarenakan minimnya pengetahuan tentang kanker.

WHO mengungkapkan, deteksi dini kanker dan penyuluhan merupakan hal penting yang harus dilakukan untuk menurunkan angka penderita kanker. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini, salah satunya dengan metode IVA atau pap smear.

Kementerian Kesehatan saat ini serius memberikan pelatihan ke puskesmas di daerah agar bisa melakukan deteksi kanker sejak dini. Kendati baru 10 persen puskesmas yang mampu menerapkan deteksi dini kanker serviks, namun Kemenkes menargetkan semua puskesmas mampu melayani deteksi dini kanker serviks di tahun 2019.

Di Surabaya, telah dilakukan pelatihan pada tahun 2013 yang diikuti oleh 12 puskesmas antara lain Puskesmas Jagir, Gundih, Banyuurip, Tanah Kali Kedinding, Tambak Rejo, dan Kalirungkut. (wh)

Marketing Analysis 2018