Kunjungi Eropa, Bapak Startup Indonesia Bawa Selendang Scarf Chawati

Kunjungi Eropa, Bapak Startup Indonesia Bawa Selendang Scarf Chawati

Yansen Kamto memberikan selendang scarf sutra Direktur Station F Roxanne Varza di Paris. foto: kibar

Setelah pesanan tersebut rampung, ia mengirimkannya. Wula benar-benar tak menyangka setelah mendapatkan pesan foto via WhatsApp. Dalam foto tersebut terlihat produknya digunakan oleh beberapa orang asing yang ada di Co-Working Space TQ Paris Prancis.

“Saya sangat kaget saat mendapat kiriman foto tersebut. Ternyata produk saya digunakan Mas Yansen untuk oleh-oleh temannya yang ada di Paris dan Belanda,” papar dia, lantas tersenyum.

Wulan merupakan salah satu pelaku usaha Pahlawan Ekonomi yang terbilang sukses. Saat ini ia pendapatannya berkisar Rp 20 juta sebulan. Itu diperoleh dari jualan ritel dan memenuhi pesanan. “80 persen barang saya laku dari pesanan,” ujar dia.

Untuk produk scarf sutra, dalam satu bulan Wulan rata-rata mendapatkan pesanan lebih dari 200 pak. Selain produk scarf sutra, ia juga rutin mendapatkan pesanan gantungan kunci khas Kota Surabaya dan Sidoarjo.

“Alhamdulillah, sudah 3 tahun ini saya rutin dapat pesanan gantungan kunci. Rata-rata dalam satu bulan saya dapat pesanan 600 pack,” tegas Wulan.

Untuk urusan produksi, saat ini Wulan dibantu 15 orang. Untuk promosi, Wulan juga menggunakan pemasaran online dan offline.

“Untuk sekarang, kurang lebih 60 persen pesanan dari medsos. Kebanyakan dari WhatsAspp,” tandas Wulan. (wh)

Kunjungi Eropa, Bapak Startup Indonesia Bawa Selendang Scarf Chawati