KSEI Luncurkan Program S-Invest

KSEI Luncurkan Program S-Invest

Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan PT KSEI Indonesia Nina Rizalina dalam acara sosialisasi dan edukasi mengenai pasar modal di Jawa Timur, Kamis (9/3/2017). Foto: arya wiraraja/enciety.co

Tahun ini, sebagai salah satu dari Self Regulatory Organization (SRO) atau Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) di pasar modal Indonesia, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bakal meluncurkan program S-Invest.

Nina Rizalina, Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan PT KSEI Indonesia, menjelaskan sebagai LPP di pasar modal Indonesia yang berfungsi sebagai penyedia jasa kustodian sentral dan penyelesaian transaksi efek yang teratur, wajar, dan efisien.

“Dalam program tersebut, kami merapikan dan mensentralisasi transaksi industri reksa dana. Selain itu, segala komunikasi, informasi dan data industri reksa dana bakal melalui program S-Invest,” terang Nina Rizalina ketika mengisi acara dalam acara sosialisasi dan edukasi mengenai pasar modal di Boncafe, Surabaya, Kamis (9/3/2017).

Nina melanjutkan, program S-Invest yang mulai diberlakukan tahun 2017 ini juga berfungsi sebagai Electronic distributor channel dan centralized registry centre.  Kedua fungsi tersebut saat ini masih menjadi kendala kepada para calon nasabah yang ingin membuka rekening efek.

“Dengan diberlakukannya program S-Invest tersebut, ke depan masyarakat tidak perlu takut dan ribet untuk membuka rekening efek dan merinfestasi pada pasar modal,” tutur dia.

Dalam kesempatan itu, Nina menjelaskan data investasi yang dikumpulkan oleh pihaknya sepanjang tahun 2016 yang lalu. Menurut dia, sampai dengan akhir tahun 2016, laki-laki masih mendominasi bidang pasar modal dengan prontase 59 persen. Sedangkan untuk perempuan hanya menyentuh angka 41 persen.

Lantas, jika dilihat dari usia rata-rata peminat pasar modal masih didominasi oleh masyarakat yang berusia 41-100 tahun, dengan prosentase 50 persen. ditempat kedua disusul oleh masyarakat yang memiliki usia 31-40 tahun, dengan prosentase 23 persen. Ditempat ketiga, ada masyarakat dengan usia 18-25 tahun, dengan prosentase 15 persen. Lalu, yang terakhir, ada masyarakat dengan usia 25-30 tahun, dengan prosentase 12 persen.

Nina menjelaskan, jika dilihat dari jenis pekerjaan, masyarakat yang memiliki pekerjaan pegawai swasta masih memiliki minat yang sangat tinggi untuk berinvestasi, dengan prosentase 44,65 persen. Ditempat kedua ada masyarakat dengan profesi pengusaha, yang memiliki prosentase 17,59 persen. Di urutan ketiga, ada masyarakat dengan profesi Mahasiswa atau pelajar, dengan prosentase 17, 29 persen.

“Dengan diberlakukannya program S-Invest, kami sangat berharap, dapat lebih menarik masyarakat untuk dapat menginfestasikan modalnya didalam pasar modal. Terutama masyarakat yang berusia muda,” ulas Nina. (wh)