KSEI: Jumlah Investor Naik, 73 Persen di Pulau Jawa

KSEI: Jumlah Investor Naik, 73 Persen di Pulau Jawa

Friderica Widyasari Dewi. foto: aryawiraraja/enciety.co

Direktur Utama PT Kostodian Efek Indonesia (KSEI) Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, sampai awal 2019, jumlah investor meningkat hingga mencapai 1,6 juta.

“Total kapitalisasi Rp 7 ribu triliun, Rp 4,4 ribu triliun disimpan di KSEI,” katanya dalam acara press conference Sosialisasi Pemanfaatan Fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) dan Pengembangan Infrastruktur dan Capaian KSEI di Surabaya, Jumat (8/3/2019).

Friderica menjelaskan, peta demografi investor tahun 2019 yang didominasi investor berusia di bawah 30 tahun. Jumlahnya mencapai 37 persen. Sedangkan untuk investor dengan usia 31-40 tahun angkanya mencapai 28 persen.

“Yang menarik lagi, dari 1,6 juta investor beberapa di antaranya punya lebih dari 100 juta saham,” ujarnya. 

Kata dia, pasar modal ada untuk membuat masyarakat sejahtera. Pekerjaan yang paling banyak berinvestasi dalam pasar modal adalah pegawai swasta dengan total 60 persen. Jika dibandingkan Malaysia yang saat ini 30 persen masyarakatnya telah melakukan investasi di pasar modal, Indonesia punya potensi lebih bagus.

“Untuk itu, langkah kita ya dengan mengajak masyarakat generasi muda dengan harapan ke depan mereka ini bisa lebih sadar pentingnya investasi,” tandasnya.

Friderica menambahkan, di Indonesia, sampai saat ini sebaran investor masih belum merata. Sekitar 73 persen investor di Pulau Jawa. Yang menjadi pekerjaan rumah BEI dan KSEI adalah memperluas sebaran tersebut.

Menurut fia, ke depan yang menjadi target dari KSEI dan BEI adalah meningkatkan jumlah investor mencapai 1 persen dari jumlah penduduk Indonesia saat ini.

“Ada beberapa langkah yang kita persiapkan. Di antaranyaa dengan dispendukcapil seluruh Indonesia. Bekerjasama dengan berbagai bank untuk mempercepat pembukaan rekening di daerah,” tegasnya. (wh)