Kresnayana Yahya Bekali Fasilitator Pelaku Usaha Flores Timur

Kresnayana Yahya Bekali Fasilitator Pelaku Usaha Flores Timur

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya membekali para fasilitator pelaku usaha asal Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur di Maumu Hotel and Lounge, Jalan Walikota Mustajab, Surabaya, Jumat (27/4/2018). foto: arya wiraraja/enciety.co

Kreatif menjadi kata wajib yang harus dimiliki para fasilitator pelaku usaha. Karena merekla harus dapat memahami dan melakukan pendampingan dengan baik dan terukur.

Hal itu disampaikan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara pembekalan kepada 10 orang fasilitator pelaku usaha asal Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur di Maumu Hotel and Lounge, Jalan Walikota Mustajab, Surabaya, Jumat (27/4/2018).

Menurut Kresnayana, lewat kreativitas para fasilitator dapat memahami beberapa hal yang dapat memermudah pekerjaannya. “Dari ide kreatif kita dapat menemukan hal baru untuk memecahkan permasalahan lewat cara yang menyenangkan dengan menggunakan pemikiran hingga dapat mengajak para pelaku usaha untuk maju,” ulas dia.

Kresnyana lantas mencontohkan pelaku usaha Pahlawan Ekonomi di Kota Surabaya. Menurut Kresnayana, jika ada lima pelaku usaha, ada empat orang yang selalu mengeluh terkait perkembangan usahanya. Hanya satu orang yang tidak pernah mengeluh. Dan ternyata, satu orang tersebut yang tidak pernah menggunakan kreativistasnya dalam menjalankan usaha.

“Saya pernah bertanya, mengapa Anda tidak pernah mengeluh? Pelaku usaha itu menjelaskan jika ia selalu menggunakan cara-cara baru dalam menjalani profesinya. Dengan mewujudkan ide kreatif yang dia miliki, ia selalu optimistis pada hasil yang diraih,” cetus Kresnayana.

Kresnayana juga mengingatkan para fasilitator asal Kabupaten Flores Timur agar mencoba hal baru untuk melakukan pendampingan pada pelaku usaha di daerahnya. Kata dia, dengan membongkar kebiasaan lama yang buruk, para fasilitator dapat mencetak para pelaku usaha andal.

“Contohnya, kita dapat mengingatkan kepada para pelaku usaha agar tidak melulu berpikir bagaimana cara mendapatkan pemasukan atau uang. Karena, di zaman yang makin transaksional ini, para pelaku usaha tidak boleh juga bersikap demikian jika ingin memajukan usahanya,” jelas pakar statistik ITS tersebut.

Sebagai pelaku usaha, imbuh dia, wajib lebih perhatian pada lingkungan. “Percuma jika kita sukses tapi tidak berguna bagi lingkungan sekitar kita,” tegas dia. (wh)