Kresnayana: Performa Bisnis di Tahun Politik Masih Menjanjikan

Kresnayana: Performa Bisnis di Tahun Politik Masih Menjanjikan

Dewi Sriana Rihantyasni, Achmad Ridwan, dan Kresnayana Yahya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Sebanyak 50 perusahaan telah go public pada tahun 2018. Pada tahun 2019, ditargetkan ada 75 perusahaan bakal melakukan hal serupa. Ini menjadi satu prestasi yang membanggakan bagi Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Mengingat dalam kurun beberapa tahun terakhir, angka ini merupakan yang tertinggi yang pernah tercatat,” kata Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (15/2/2019).

Acara ini juga dihadiri Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jawa Timur Dewi Sriana Rihantyasni,  Branch Manager BNI Sekuritas Surabaya Achmad Ridwan.

Kresnayana lalu mengungkapkan, di akhir 2018, indeks saham gabungan angkanya mencapai 6.100 poin. Angka tersebut meningkat mencapai 6.500 poin. Sedangkan nilai kapitalisasi uang di bursa saham angkanya sekarang sudah mencapai Rp 7.300-7.400 triliun.

“Instrumen-instrumen investasi ini makin banyak disediakan untuk menjaring uang supaya tidak bergentayangan di luar. Dengan makin meningkatnya jumlah investasi di bursa saham, masyarakat perlu dipandu jika investasi saham yang resmi dan tidak menyalahi aturan ya ada di Bursa Efek Indonesia,” papar Kresnayana.

Kresnayana menegaskan, dunia investasi saham bukan lagi tempat bagi para perusahaan swasta asing.  Saat ini, sudah lebih 60 persen bursa saham telah dikuasai investor dalam negeri.

“Ini memberikan tanda jika negera sehat. Iklim bisnis bagus, maka orang bakal makin percaya dengan kondisi investasi yang ada di bursa saham,” tandas pria yang mendapat julukan Bapak Statistika Indonesia itu.

Pada Februari 2019 ini, terang Kresnayana, menjadi moment yang pas bagi calon investor pasar modal untuk bisa berinvestasi. Pasalnya, di bulan Februari biasanya kondisi pasar bursa saham makin memanas. Terlebih, 2019 ini merupakan tahun politik.

Kata dia, kendati kondisi tahun politik seperti sekarang ini bakal berpengaruh, namun sampai saat ini situasi di lantai bursa masih stabil. Harapannya, pascapemilu April mendatang, banyak perusahaan yang sudah mau go public.

“Kondisi itu sangat dipengaruhi kondisi politik dan ekonomi nasional yang berangsur stabil pasca moment politik 2019,” papar Kresnayana.

Lewat paparan di atas, Kresnayana mengatakan jika di tengah keadaan seperti sekarang, performa bisnis dalam negeri masih terlihat menjanjikan. Contohnya sektor consumer goods, otomotif, infrastruktur, pertambangan, kinerjanya makin menjanjikan.

“Ya, kalau dibandingkan dengan perusahaan seperti Google dan kawan-kawannya di luar sana memang kita masih di bawah mereka. Namun, performa berbagai sektor bisnis kita ini makin meningkat. Contohnya, Go-Jek, Tokopedia dan lain sebagainya itu juga menunjukan kinerja bisnis yang sangat bagus. Mereka sekarang telah berani menjual sahamnya di lantai bursa. Jelas hal ini lompatan yang cukup bagus,” pungkas Kresnayana.(wh)