Kresnayana: Indonesia Butuh Badan Khusus Logistik

Kresnayana: Indonesia Butuh Badan Khusus Logistik

Erisandri Mahendra, Ardito Soepomo), Ima Sumaryani, Kresnayana Yahya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Perkembangan dunia logistik makin menjanjikan. Jumlah volume angkut logistik darat, laut dan udara yang melalui Surabaya, per hari angkanya bisa mencapai 1.000 ton. Untuk Jakarta, angkanya bisa mencapai 4.000 ton.

Hal itu diungkapkan Chairperson Enciety Busness Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (8/2/2019). “Jadi bisa dibayangkan, jika ini bukan lagi bisnis kecil lagi,” katanya.

Dalam acara itu juga menghadirkan Ketua Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia (ALFI) Juanda Ima Sumaryani , Anggota ALFI Erisandri Mahendra, serta Ketua DPW Jatim Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) Ardito Soepomo.

Menurut Kresnayana, dulu industri logistik sangat didominasi transportasi darat dan laut. Namun sekarang, dengan makin berkembangnya perangkat teknologi, digitalisasi menjadi pilihan yang tak terbantahkan.

“Contohnya belanja online. Volume transaksi harian di belanja online angkanya mencapai Rp 10 juta per hari,” tandas pria yang mendapat julukan Bapak Statistika Indonesia itu.

Kata Kresnayana, cakupan layanan yang ada pada bisnis online sangat luas. Dengan makin besarnya jumlah volume transaksi ini tentunya harus diimbangi dengan meningkatnya kualitas layanan logistik.

Dia menambahakan, pilihan layanan logistik yang cepat dan jangkauannya luas adalah pengiriman logistik lewat udara. Kresnayana menyebut jika saat ini penerbangan lebih banyak mengangkut barang ketimbang orang.”Angkanya bisa berkali-lipat,” cetusnya

Namun, imbuh dia, peluang tersebut sampai saat ini masih terganjal regulasi yang tepat dari pemerintah. Di antaranya penetapan low cost carrier (LCC) yang masih beragam.

“Ada aturan yang berdasar POS, lalu aturan yang berdasar transportasi. Nah, ini harus diperbaiki supaya tidak membingungkan pelaku usaha. Karena seperti yang kita tahu, biaya pengiriman ini sangat mempengaruhi harga produk yang dijual,” terangnya.

Untuk meningkatkan dunia industri logistik, Kresnayana menegaskan jika Indonesia butuh badan khusus logistik yang dapat mengatur penetapan tarif, service quality, jaminan pertanggungan risiko dan lain sebagainya.

Selain itu, untuk mengimbangi perkembangan dunia industri dan perdagangan, logistik ini perlu ditingkatkan kualitasnya. “Mungkin sekarang biayanya tidak murah jika kita mengirim cargo lewat udara. Namun, ketika volumenya bertambah, ongkosnya bisa makin menurun. Untuk itu, kita butuh badan yang mengatur,” terang Kresnayana.(wh)

Marketing Analysis 2018

Berikan komentar disini